Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menegaskan pentingnya menciptakan peluang dan kesempatan pekerjaan masa depan yang inklusif, berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
Dia menekankan, sektor ketenagakerjaan harus menjadi motor penggerak pembangunan yang adil, merata, dan mendukung kesejahteraan masyarakat luas. "Kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor ketenagakerjaan yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi semua kalangan," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin (7/10).
Lebih lanjut, Anwar juga menekankan pentingnya menciptakan enabling environment yang dapat mendorong penciptaan lapangan pekerjaan hijau, terutama dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. "Transisi menuju ekonomi hijau menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global, khususnya penciptaan lapangan kerja yang inklusif," kata dia.
Baca juga : Bappenas Luncurkan Platform SDGs Invesment
Ditambahkannya, keberhasilan transisi ini tidak hanya tentang menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menyeimbangkan pekerjaan yang hilang akibat perubahan industri. "Kita ambil contoh negara-negara seperti Jerman, Denmark, dan India, yang berhasil memadukan inovasi energi terbarukan dengan penciptaan lapangan kerja hijau," ujarnya.
Terakhir, sebagai upaya mewujudkan pekerjaan baru berkelanjutan, tutur Anwar, perlu kolaborasi dan kontribusi nyata dari berbagai pihak, baik sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat dalam pencapaian SDGs.
"Dengan bekerja sama, saya percaya kita dapat memberikan perubahan yang nyata," pungkasnya. (S-1)
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Filantropi berperan penting memperkuat UMK dan ekonomi rakyat lewat pendanaan, pendampingan, dan kolaborasi demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Corporate Forum for Community Development (CFCD) menggelar Penganugerahan Indonesia CSR Award (ICA) ke-12 dan Indonesia SDGs Award (ISDA) ke-10 Tahun 2025.
UMJ mewisuda 1.558 lulusan pada Periode II Tahun 2025, menegaskan komitmen pendidikan inklusif, riset berbasis SDGs, dan kesiapan menghadapi transformasi digital.
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved