Jumat 22 Juli 2016, 10:50 WIB

Produksi CPO Nasional Sasar Target 60 Juta Ton per Tahun

MI | Ekonomi
Produksi CPO Nasional Sasar Target 60 Juta Ton per Tahun

Antara/Yudhi Mahatma

 

BADAN Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit memprediksi target produksi 40 juta ton per tahun dapat terealisasi sebelum tenggat 2020.

"Kami optimistis, pada 2018, produksi CPO (crude palm oil) sudah 40 juta ton," ujar Kepala BPDP Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, kemarin (Kamis, 21/7).

Tahun lalu, produksi CPO tanah Air ialah 32,5 juta ton, naik sekitar 1 juta ton daripada tahun sebelumnya. Tahun ini, angka produksi diperkirakan menembus 33 juta ton. Sebagai pembaruan Visi Sawit Indonesia 2020, pihaknya mencanangkan Visi Sawit Indonesia 2045. Salah satu targetnya menggeber produksi CPO hingga 60 juta ton per tahun.

Bayu tidak khawatir diperpanjangnya moratorium izin baru lahan sawit yang akan berlangsung 5 tahun bakal mengganjal target itu. "Itu bukan sesuatu yang baru," ujar Bayu merujuk pada keputusan moratorium serupa pada 2011.

Menurut dia, produsen sawit bisa menyikapinya dengan memacu produktivitas lahan eksis. Masih banyak perkebunan yang produktivitasnya baru 1 ton per hektare (ha). Padahal, potensi riilnya 7 ton per ha. "Lemahnya produktivitas perkebunan rakyat karena masalah pembibitan. Tanamannya ada 10 tahun, 15 tahun, tapi produksinya rendah."

Faktor penghambat produktivitas lainnya ialah usia tanaman. Tanaman sawit yang sudah di atas 30 tahun harus diremajakan. Namun, yang meremajakan baru perusahaan swasta besar. "Itu bisa diselesaikan dengan memberikan pedampingan dan pelatihan ke petani. Hingga Juli, BPDP sudah melatih 6.000 petani."

Guna membiayai semua upaya peningkatan produktivitas sawit Tanah Air, BPDP menghimpun dana pungutan ekspor CPO dan turunannya dari eksportir. "Penyerapan dana Juli hingga Desember 2015 Rp6,9 triliun. Periode Januari-Juni 2016 ada Rp5,6 triliun," tutur Bayu.

Sementara itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Pertanian bersiap menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantara Internasional yang akan dihelat di Jakarta pada medio November esok.

Menurut Ketua Penyelenggara FBBN Internasional 2016 Meika S Rusli, festival yang digagas IPB selama tiga tahun berturut-turut itu skalanya ditingkatkan ke level internasional.

"FBBN bertaraf internasional diselenggarakan dengan mengeksplorasi kekayaan buah dan bunga Nusantara serta mempromosikan potensi ekspor ke mancanegara," ungkap Meika di Bogor, kemarin. (Pra/DD/E-2)

Baca Juga

Antara

Harga Emas Turun Di tengah kekawatiran Kebijakan Fed

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 15 Juni 2021, 06:42 WIB
HARGA emas kembali turun pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (15/6), karena beberapa investor kawatir atas rencana kebijakan...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Erick Thohir Akan Rangkul Semua Pihak Majukan Ekonomi Syariah

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 15 Juni 2021, 03:15 WIB
Erick sendiri tidak segan-segan merangkul semua pihak di MES dengan tujuan keberpihakan harus...
Antara/Budi Candra Setya

Upskilling Tenaga Kerja Solusi Hadapi Revolui Industri

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 14 Juni 2021, 23:34 WIB
Job Survey yang dilakukan World Economic Forum menunjukkan bahwa 84 persen perusahaan yang disurvei menyatakan akan mengakselerasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya