Selasa 16 Agustus 2022, 09:26 WIB

Kado HUT RI, Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon di Papua Barat

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kado HUT RI, Pertamina Temukan Cadangan Hidrokarbon di Papua Barat

Antara
Ilustrasi

 

Menjelang peringatan ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, kabar menggembirakan datang dari industri hulu migas dengan keberhasilan penemuan hidrokarbon di Papua Barat.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan,

Pertamina Hulu Energi Regional (PHE) 4 yang melakukan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Markisa (MKS)-001, berhasil menemukan hidrokarbon berupa gas pada Sabtu (13/8).

"Kami mengapresiasi atas penemuan hidrokarbon pada pengeboran sumur ekplorasi MKS-001. Ini tentu menjadi salah satu kado bagi Indonesia," kata Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara dalam keterangannya.

Sumur eksplorasi tersebut terletak di Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP, Field Papua, Kabupaten Aimas, Provinsi Papua Barat. Pengeboran sumur eksplorasi ini memiliki objektif utama di Batu Karbonat Formasi Kais.

SKK Migas yang mengawal kegiatan eksplorasi itu menjelaskan, Sumur Markisa (MKS)-001 ditajak pada 21 Juni 2022 pukul 06.00 WIT dan mencapai kedalaman akhir 2048 mMD (meter kedalaman terukur) pada 28 Juli 2022 pukul 20.00 WIT. Sumur dibor dengan profil vertikal menggunakan rig PDSI#28.2/D1000-E.

Setelah dilakukan serangkaian evaluasi terhadap properti formasi dengan menggunakan E-line logging tools, Pertamina Hulu Energi Regional 4 selanjutnya mengusulkan 2 interval Drill Stem Test (DST) yang berada dalam Formasi Kais, DST#1 : 2012 - 2020 mMD dan DST#2 : 1932 - 1942.5 mMD.

Saat ini, ungkap Benny, dilakukan kegiatan DST#1 (2012 - 2020 mMD) pada lapisan Limestone Reef Formasi Kais, periode clean up dengan choke 44/64" mendapatkan rate gas 9,7 juta sandar kaki kubik per hari (MMSCFD)

dan rate condensate 219 barel kondensat per hari (BCPD). Status per 13 Agustus 2022, Sumur Markisa (MKS)-001 sedang melakukan clean up interval DST#1

"Keberhasilan penemuan hidrokarbon di wilayah yang kaya akan sumber daya alam di Papua Barat, termasuk minyak dan gas akan mendorong kegiatan eksplorasi yang lebih agresif," harap Benny.

Ia menambahkan, ada tantangan tersendiri yang dihadapi PHE dalam melakukan pengeboran tersebut, yakni karena di daerah remote memerlukan waktu yang panjang karena memobilisasi peralatan dan material pemboran melalui jalur laut serta jenis formasi shale yang terindikasi high tectonic stress.

Lebih lanjut, Benny mengatakan bahwa keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi MKS-001 akan menambah kesuksesan pengeboran sumur eksplorasi di tahun ini.

Sampai semester pertama 2022, success ratio pengeboran sumur eksplorasi mencapai 75%, lebih tinggi dibandingkan capaian success ratio pengeboran sumur eksplorasi di 2021 yang sebesar 55% dan mengungguli capaian global success ratio 2021 yang sebesar 23,8%.

"Penemuan hidrokarbon yang dihasilkan akan menjadi pondasi yang kuat untuk mencapai target 1 juta barel minyak (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) di 2030," pungkasnya. (OL-12)

Baca Juga

Dok.Ist

LPKR Berkomitmen Dalam Penghijauan Kawasan Kota Mandiri

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 14:26 WIB
LPKR melakukan investasi yang signifikan untuk peremajaan dan perawatan penghijauan di ruang umum, terutama degan menanam pohon dan...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Minta Tambah jadi 80 tahun

👤Ficky Ramadhan 🕔Kamis 08 Desember 2022, 14:23 WIB
Hal ini disebabkan dalam pelaksanaanya terdapat beberapa kendala penyebab kelayakan bisnis sehingga diperlukan penyesuaian masa konsesi...
Dok. Ist

Sambut IKN Nusantara, Wulandari Bangun Laksana Luncurkan Pentacity Hotel

👤Media Indonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:32 WIB
Hadirnya Pentacity Hotel menambah jumlah hotel yang berada di kawasan Balikpapan Superblock menjadi 782...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya