Selasa 07 Desember 2021, 14:45 WIB

Capai PNBP Perikanan Budidaya 27,8 Miliar, KKP Lewati Target

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Capai PNBP Perikanan Budidaya 27,8 Miliar, KKP Lewati Target

MI/Insi Nantika Jelita
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu atau disapa Tebe saat konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Selasa (7/12).

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) perikanan budidaya melebihi target yang dipatok yakni Rp19,91 miliar. Ada empat komoditas utama yang didorong dalam pengembangan perikanan budidaya, yakni udang, lobster, kepiting dan rumput laut.

"PNBP kita melampaui target yang ditentukan, yaitu Rp27,8 miliar per November. Produksi udang dan ikan sampai triwulan III 2021 mencapai 12,25 juta ton. Dibandingkan tahun lalu produksi kali ini ada peningkatan satu juta ton," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu atau disapa Tebe saat konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta Pusat, Selasa (7/12).

Baca juga: KKP Gagalkan Perdagangan Karang Hias Ilegal di Mataram

Untuk pendapatan dari sektor perikanan budidaya KKP sebesar Rp4,36 miliar hingga triwulan III 2021. Lalu untuk Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) berada di angka 103,08. Tebe mengungkapkan, nilai NTPi itu memang masih rendah dari target yang dibidik KKP.

"NTPi ini belum maksimal. Memang melampaui angka 100, tapi harapannya tahun depan dengan program terobosan yangbada bisa mencapai paling tidak di angka 140 NTPi-nya," kata dia.

KKP pada 2024, lanjut dia menargetkan produksi udang nasional sebesar 2 juta ton. Guna mewujudkan ambisi itu lewat pengembangan kawasan budidaya udang melalui modelling tambak udang modern terintegrasi.

Konsep tersebut akan dibangun di luas lahan hingga 1.000 hektare dan bakal dibuat percontohannya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Model itu memiliki sistem pengelolaan dari hulu ke hilir yang berada dalam satu kawasan dan menerapkan teknologi dalam pengelolaan, alias beralih dari cara konvensional ke modern.

"Kita ingin mencapai produktivitas sekitar 80 ton per hektare per tahun. Ini angka yang luar biasa. Apakah kita mampu? Saya katakan optimistis. Kenapa? Karena ada tata kelola mulai dari hulu hingga hilir dan kita coba tekan biaya produksi," jelas Tebe.

Selain itu, guna peningkatan produksi budidaya udang hingga mencapai 2 juta ton dalam tiga tahun ke depan, KKP menerapkan skema konsep revitalisasi tambak tradisional yang diterapkan di beberapa Kabupaten meliputi Aceh Timur, Lampung Selatan, Sukamara di Kalimantan Tengah dan lainnya.

Dari produktivitas tambak tradisional udang 0,6 ton per hektare per tahun, akan direvitalisasi dengan menghasilkan produksi udang sebanyak 30 ton per hektare per tahun.

"Ini luas lahannya ada 45 ribu hektare yang direvitalisasi. Kita coba tingkatkan dengan teknologi, yang tadinya tambak itu tidak tertata dengan baik, outletnya tidak jelas, kita coba pembenahan. Harapanyaa kalau pembenahan ini sudah kita sentuh, maka akan terjadi peningkatan produksi," pungkas Tebe. (Ins/A-1)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja.

CrediBook Gandeng Universitas Warmadewa Dukung UMKM Berbasis Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:16 WIB
Banyak pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan keuangan secara manual sehingga tidak memiliki laporan keuangan yang...
Ist/Kementan

Epidemiolog: Munculnya Virus PMK di Indonesia Bisa Karena Perubahan Iklim

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:02 WIB
Perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu sebagai dampak dari berkurangnya hutan tropis mendorong hewan-hewan liar bermigrasi...
Dok.CNAF

CIMB Niaga Finance Luncurkan CNAF Virtual Autoshow 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 20:00 WIB
Targetkan 2x Lipat Pertumbuhan Portofolio tahun 2022, CNAF Buka Channel...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya