Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH meluncurkan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) untuk mereformasi sistem logistik yang selama ini bak ‘benang ruwet’.
Dalam peluncuran itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ratusan miliar rupiah selama ini terbuang percuma setiap tahunnya lantaran prosedur perizinan logistik yang berbelit.
“Sistem logistik Indonesia saat ini masih seperti ‘benang ruwet’. Pelaku usaha dari logistik, eksportir, dan importir harus berkali-kali melakukan penyerahan maupun proses yang berulang dan rumit,” ujar Ani, demikian ia akrab disapa, kemarin.
Dalam paparannya, biaya logistik Indonesia masih lebih tinggi daripada negara-negara ASEAN seperti Singapura, dan Malaysia. Selama ini, biaya logistik di Tanah Air mencapai 23,5% dari PDB atau lebih tinggi dari Malaysia yang mencapai 13%.
Hal itu tentu saja memengaruhi peringkat daya saing Indonesia di kawasan.
“Dengan reformasi ini, sektor logistik akan makin meningkat, tidak hanya dari sisi efisiensi, tapi juga kontribusinya dalam meningkatkan daya kompetisi seluruh perekonomian nasional,” kata Ani.
Reformasi sistem logistik itu yakni pada kemudahan dan penyederhanaan proses hulu hingga hilir sehingga memangkas waktu dan biaya. Targetnya, biaya logistik bisa turun dari 23,5% menjadi 17% dari PDB.
Adapun penataan yang dilakukan dalam sistem NLE itu adalah proses bisnis yang dirapikan dan disederhanakan melalui layanan pemeriksaan terpadu melalui single submission, layanan pelabuhan, dan perizinan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, NLE itu merupakan terobosan yang spektakuler karena memangkas proses layanan dari 17 langkah menjadi satu langkah.
Sistem NLE dilakukan secara bertahap hingga 2024, mulai tahap perencanaan hingga implementasi, melalui percontohan layanan salah satunya penerapan single submission dan pemeriksaan bersama Bea Cukai dan Karantina.
Proyek percontohan itu dilakukan bertahap di Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Bongkar muat meningkat
Di kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Dani Rusli Utama mengungkapkan, realisasi trafik bongkar muat di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), baik untuk peti kemas, curah cair dan general cargo mengalami pertumbuhan positif.
“Kunjungan kapal sampai dengan Agustus 2020 mencapai 169 call atau 4-5 call per minggu. Angka realisasi ini tumbuh 30% dari kunjungan kapal pada 2019 yang sebanyak 130 call,” paparnya, kemarin.
Selain itu, realisasi bongkar muat peti kemas di pelabuhan yang berada di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, itu sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 30.309 boks. Realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 tumbuh 32,5% dari realisasi pada 2019 yang sebanyak 22.870 boks.
Jika dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 31.956 TEUs. Realisasi itu naik 34% dari pencapaian realisasi bongkar muat peti kemas pada 2019 sebanyak 23.937 TEUs. (Ant/YP/E-2)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved