Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terancam gagal panen akibat kekeringan melanda dalam beberapa pekan terakhir. Tidak hanya kekeringan, mereka juga mengalami serangan hama tikus sehingga membuat tanaman rusak.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap situasi tersebut bisa segera diatasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan asuransi agar petani terutama di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, tidak mengalami kerugian.
“Perubahan cuaca memang kerap membuat pertanian terganggu. Kondisi seperti ini harus diantisipasi sejak awal agar petani tidak mengalami kerugian. Langkah antisipatif yang bisa diambil adalah mendaftarkan lahan pertanian ke asuransi. Jadi, jika kondisi alam seperti kekeringan sudah sangat mengganggu, petani tetap tidak mengalamai kerugian,” kata Syahrul dalam keterangan, Senin (24/08/2020).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, asuransi adalah langkah untuk menghadapi mitigasi bencana. Jika terjadi gagal panen asuransi akan menggantinya melalui klaim. Berbekal uang penggantian, petani bisa mempersiapkan diri untuk kembali melakukan tanam lagi.
“Dalam pertanian, ada sejumlah kendala yang harus diantisipasi. Seperti perubahan iklim, cuaca ekstrim yang menyebabkan kekeringan atau banjir, juga gangguan hama, dan lainnya. Kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan gagal panen. Dan tentu saja akan membuat petani merugi. Agar petani terhindar dari kerugian, asuransi adalah pilihan terbaik,” katanya.
Ditambahkan Sarwo Edhy, asuransi bisa membuat petani beraktivitas dengan tenang. Tidak hanya itu, keberadaan asuransi membuat perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya.
Dijelaskan Sarwo Edhy, petani di Bima bisa memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk menjaga lahannya. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Di AUTP, premi yang harus dibayarkan sebesar Rp180 ribu/hektare (ha)/MT. Nilai pertanggungan sebesar Rp6 juta/Ha/MT.
Petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) Kecamatan Sanggar, La Ode Fadlin membenarkan usaknya puluhan hektare tanaman padi merupakan dampak dari kekeringan. Kerusakan tanaman padi bahkan hampir terjadi pada enam Desa di Kecamatan Sanggar. Namun yang cukup parah terjadi di dua Desa yakni Kore dan Boro.
"Rata-rata terjadi semua wilayah Kecamatan Sanggar. Tapi yang cukup parah di Desa Boro dan Kore. Selain karena kekeringan, kerusakan juga terjadi akibat serangan hama tikus” katanya. (RO/A-3)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved