Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) berupaya menjaga kinerja eks por nonmigas, khususnya pada sektor manufaktur, di tengah masa pandemi covid-19 agar tetap terjadi peningkatan. Sejumlah jurus pun mulai dilancarkan. "Kemendag terus berupaya meningkatkan ekspor baik melalui pembinaan eksportir, promosi dagang, maupun diplomasi," kata Direktur Jenderal Pengembangan EksporNasional Kemendag, Kasan, melalui pesan elektronik, kemarin.
Selain itu, lanjutnya, Kemendag tetap melakukan perundingan dagang dengan negara mitra untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan. "Tentunya upaya-upaya pe ningkatan ekspor lainnya juga terus kami dorong, dari peningkatan kapasitas pelaku ekspor Indonesia, pengembangan produk ekspor untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, hingga penyediaan berbagai informasi pasar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha In donesia," kata Kasan.
Tak hanya di sektor manufaktur, lanjut dia, Kemendag juga mendorong peningkatan ekspor produk lain seperti produk makanan dan produk pertanian. Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor sektor manufaktur pe riode Januari-Maret 2020 mencapai US$20,24 miliar atau naik 5,14% jika dibanding kan dengan periode yang sama di 2019, atau 51,22% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada periode tersebut.
Adapun produk manufaktur dengan kenaikan nilai eks por tertinggi di antaranya produk logam, elektronik, alas kaki, otomotif, dan peralatan medis. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyarankan pemerintah menjaga sekaligus memacu kinerja sektor manufaktur. Pasalnya, sektor manufaktur masih jadi penyumbang terbesar ekspor. Dalam catatannya, secara keseluruhan, 30%-35% PDB Indonesia masih berasal dari sektor manufaktur dan 80% output ekspor nasional berasal dari industri manufaktur.
Susun kriteria
Di kesempatan terpisah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang menyusun berbagai kriteria sektor usaha di industri manufaktur yang akan mendapatkan stimulus pemulihan yang dipayungi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pande mi ini. Stimulus itu nantinya dalam bentuk kredit dan modal kerja. "Salah satu kriterianya yakni berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, kemarin.
Saat ini, lanjutnya, sektor industri padat karya perlu mendapat perhatian khusus agar tetap mampu beroperasi dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif, sekaligus mampu mempertahankan daya beli masyarakat. "Karena menampung tenaga kerja yang sangat banyak, sehingga guncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja, dan tentu saja ekonomi keluarganya," jelas Menperin.
Mengenai insentif harga ener gi, pemerintah sudah ber koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) ser ta Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengusulkan penghapusan minimum bagi kedua jenis jasa tersebut. (Ant/E-2)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved