Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU usaha perkebunan terus berupaya melakukan modernisasi di dalam proses tata kelola, mulai dari hulu hingga hilir untuk seluruh komoditas di sektor tersebut.
Langkah tersebut harus dilaksanakan demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas di tengah tidak menentunya industri perkebunan dalam beberapa waktu terakhir.
"Akhir-akhir ini kami mengalami kesulitan karena harga beberapa komoditas melemah. Kunci untuk bertahan adalah harus lebih efisien dan untuk itu kita harus mengandalkan teknologi," ujar Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Muhammad Yudayat di Jakarta, Kamis (4/4).
Salah satu modernisasi yang dikejar yakni dari sisi pemupukan. Direktur Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri PT Riset Perkebunan Negara (RPN) Priyono mengatakan pihaknya telah melaksanakan pengembangan penggunaan pupuk yang lebih efisien dengan memanfaatkan bioteknologi mikroba.
"Kalau kita mau menghasilkan produksi kelapa sawit 20 ton per hektare, setiap tanaman normalnya butuh 5 kilogram (kg) pupuk. Kita bisa kurangi penggunaan pupuk sampai separuh dengan tambahan 1,5 kg mikroba," jelas Priyono.
Baca juga: Pemerintah akan Bagikan Lahan kepada Pekerja Perkebunan
Di samping itu, RPN juga mengembangkan pupuk dengan daya ikat yang lebih kuat. Secara normal, jika petani menuangkan pupuk sebanyak 5 kg per tanaman, sebanyak 70% dari jumlah tersebut akan terlepas sehingga hasil pertumbuhan dan produktivitas tidak maksimal.
Pihaknya kini telah menemukan formula pupuk yang memiliki daya ikat lebih kuat dengan potensi pelepasan hanya 40%.
"Harganya memang sedikit lebih mahal, tapi karena pakainya sedikit, dan produktivitas lebih besar, hitungan secara akumulasi jadi lebih murah," terangnya.(OL-5)
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved