Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan jika perekonomian Amerika Serikat mengalami resesi, tidak berdampak secara signifikan pada perekonomian Indonesia.
Mirza menjelaskan, resesi yang mungkin akan dialami AS hanya akan berdampak pada kebijakan tentang suku bunga yang dikeluarkan oleh The Fed.
"Nah, kalau ditanya perlambatan ekonomi AS berdampak lebih kepada Indonesia, kalau kami lihat adanya perlambatan ekonomi AS menjadikan suku bunga AS tidak naik lagi. Itu membantu Indonesia dalam pembiayaan current account deficit (CAD). Portofolio akan masuk ke Indonesia dan negara-negara emerging market lainnya," tutur Mirza setelah acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di Gedung Bank Indonesia, Rabu (27/3).
Baca juga: Kekahwatiran Potensi Resesi AS Dongkrat Kurs Rupiah
Mirza menyatakan, tantangan yang dihadapi Indonesia pada 2019 justru pada pelemahan ekonomi Tiongkok. Pasalnya, dengan melemahnya perekonomian Tiongkok dari level 6,4% menjadi 6,3% pada 2018 akan berpengaruh pada harga komoditas ekspor tambang dan perkebunan Indonesia.
"2019 kita menghadapi ekonomi tiongkok belum recover. Kita bicara tentang harga komoditas ekspor Indonesia yang juga mungkin berada di level bawah. Ini tantangan," imbuhnya.
Namun begitu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang sedikit menurun masih sejalan dengan skenario yang dibentuk BI, sehingga persoalan tersebut masih bisa teratasi dengan kekuatan sinergi dan konsistensi dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.
"Kecuali Tiongkok tumbuh di bawah 6%. Kalau hanya 6,3%, kita masih bicara ekspor, kita masih mengalami perlambatan tapi masih dalam skenario. Tapi kalau ekonomi Tiongkok yang di bawah itu adalah hal lain," tukasnya.(OL-5)
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved