Senin 04 Maret 2019, 16:05 WIB

Gula Australia Tidak Masuk Penerima Manfaat Bea Masuk 0%

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Gula Australia Tidak Masuk Penerima Manfaat Bea Masuk 0%

ADEK BERRY / AFP

 

INDONESIA-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) memberikan manfaat berupa pemberlakuan tarif bea masuk 0% bagi seluruh produk Indonesia yang diekspor ke Australia.

Namun, sebaliknya, tidak semua produk asal Australia menikmati tarif bea masuk 0% ke Indonesia. Hanya 94% dari seluruh komoditas Negeri Kangguru yang mendapat manfaat tersebut.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, walaupun terlihat ada ketidaksepadanan, skema itu sudah dipertimbangkan dengan sangat matang.

"Itu sudah bagian dari negosiasi. Ini win-win solution, bukan soal satu pihak yang mendapatkan keuntungan," ujar Enggartiasto di Jakarta, Senin (4/3).

Salah satu komoditas asal Australia yang tidak menerima manfaat bebas bea tarif adalah gula kristal rafinasi (GKR).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan impor produk itu hanya dikenai penurunan bea masuk di Indonesia.

"Sebelumnya di atas 10%, sekarang menjadi 5%," ujar Adhi.

Menurut Adhi, gula ialah barang yang masuk ke daftar sensitif sehingga tidak bisa sepenuhnya dibebaskan. Unsur sumber daya dalam negeri menjadi salah satu pertimbangan utamanya.

 

Baca juga: Kadin Prediksi Perdagangan Indonesia-Australia Naik 19 Persen

 

Meskipun tidak bebas bea masuk sepenuhnya, penurunan itu sudah akan memberi manfaat besar bagi industri terutama mamin.

"Biaya impor akan menjadi lebih murah. Nantinya produk-produk yang dihasilkan pun bisa lebih murah. Ini bisa memangkas biaya produksi dan harga jual," ucapnya.

Selama ini, pengusaha mamin Tanah Air memang banyak bergantung dari Australia dalam pemenuhan bahan baku. Selain gula, Indonesia juga mengimpor banyak garam, gandum dan sapi.

Dengan terwujudnya IA-CEPA, tentu itu menjadi angin segar bagi pelaku industri karena bisa mendapatkan pasokan dengan harga yang lebih rendah.

Keuntungan yang didapat tidak hanya itu. Pemerintah Australia juga telah melaksanakan komitmen untuk membangun Indonesia Food Innovation Center itu dalam rangka membantu pengembangan industri mamin dalam negeri menjadi lebih efisien dan inovatif.

"Jadi kita saling dukung. Kita harap mereka membantu dari sisi teknologi agar produksi pangan kita semakin baik," tandasnya. (OL-3)

Baca Juga

Ist

Gobel Sebut Rempah dan Kuliner adalah Kekuatan Ekonomi Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 17:34 WIB
Belanda datang menjajah bukan mencari bahan tambang, tapi justru mencari rempah-rempah, kata Rachmat...
DOK Pribadi.

Terus Berinovasi saat Pandemi, Greet Night Wear Raih Penghargaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:00 WIB
Greet Night Wear penghargaan itu karena memenuhi beberapa indikator di antaranya pengakuan dari berbagai elemen sebagai standar prestasi...
DOK/BANK MAS

Bank MAS Buka Kantor Cabang ke-36 di Jalan Braga, Kota Bandung

👤Media Indonesia 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:55 WIB
Bank MAS mulai beroperasi pada 1993. Bank ini merupakan bagian dari Wings Group sebagai pemegang saham pengendali sejak Desember...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya