Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Bank BJB Fasilitasi Proyek Infrastruktur

Micom
02/8/2018 15:07
Bank BJB Fasilitasi Proyek Infrastruktur
(Dok. BJB)

KESERIUSAN PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB) untuk memfasilitasi proyek infrastruktur terlihat dari kucuran dana sebagai Kredit Investasi (KI) Sindikasi kepada PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) sebesar Rp252.494.500.000 untuk pembangunan proyek Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dengan tenor 15 tahun.

Hal ini tertuang dalam Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Pembiayaan Proyek Jalan Tol Ruas Jakarta-Cikampek II Elevated, di Grand Ballroom Hotel Four Season – Capital Place, Jl. Jend. Gatot Subroto Kavling 18, Jakarta, Selasa (31/7).

"Di tahun 2018 ini, Bank BJB telah merencanakan pembiayaan beberapa proyek infrastruktur, termasuk proyek jalan tol ini," kata Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan, di Jakarta, Selasa (31/7)

Fasilitas ini, imbuh Irfan, merupakan bukti kontribusi Bank BJB terhadap pertumbuhan ekonomi, dan infrastruktur nasional, khususnya di Jawa Barat. Pasalnya, jalan tol ini akan menjadi jalur alternatif transportasi maupun distribusi arus barang dan jasa, baik menuju maupun keluar Jakarta dari Jawa Barat, dan berlanjut dari atau ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Hal ini merupakan penegasan dari pernyataan yang pernah disampaikan Irfan, ihwal fokus Bank BJB pada proyek infrastruktur lantaran potensi market share yang besar.

Acara seremonial ini dihadiri oleh Pemimpin Divisi Kredit Korporasi & Komersial Bank BJB, Dicky Syahbandinata, Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Kebayoran Baru, Hermawan Mulyana, dan Pemimpin Grup Kredit Korporasi Sindikasi, Irvan Nulhakim.

Sebagaimana diketahui, jalur tol Jakarta-Cikampek saat ini sudah terlalu padat. Kondisi tersebut memperlambat distribusi dan transportasi. Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek yang sedang digarap ini diinformasikan memiliki panjang sekitar 36 kilometer, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat.

Untuk pengoperasiannya ditargetkan pada triwulan 3 tahun 2019. Sementara hingga akhir Juli 2018, progres konstruksi sudah mencapai 20,219%. Saat ini, sedang dilakukan pemasangan steel box girder dengan launcher gantry yang berlangsung mulai pukul 21.00-05.00 WIB.


Rencananya,proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini akan membutuhkan Fasilitas Kredit Investasi (KI) dengan limit maksimum sebesar Rp 11.363.386.000.000.

Selain dari Bank BJB, fasilitas Kredit Investasi Sindikasi ini juga diberikan oleh PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Central Asia, Tbk, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank DKI, dan PT Indonesia Infrastructure Finance.

Sedangkan fasilitas pembiayaan syariah diberikan oleh PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRI Syariah, Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bank CIMB Niaga, Tbk – Unit Usaha Syariah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) – Unit Usaha Syariah, dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk – Unit Usaha Syariah.(RO/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya