Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Di sejumlah film anak-anak, sosok sinterklas atau Santo Nikolas kerap digambarkan mengendarai kereta salju yang ditarik beberapa ekor rusa ajaib.
Mengapa hewan bertanduk itu selalu menjadi teman perjalanan tokoh bijak yang selalu 'hadir' menjelang perayaan Natal tersebut?
Berikut adalah lima alasan biologis mengapa rusa adalah hewan penarik kereta yang cocok untuk Sinterklas di malam Natal, seperti dilansir dari The Independent, Minggu, (19/12):
1. Tubuhnya Hangat
Rusa yang digunakan Sinterklas untuk menarik kereta ajaib di malam Natal pada dasanya ialah rusa kutub. Habitatnya berada di Kutub Utara, di mana suhunya pada musim dingin dapat mencapai -30C. Tidak seperti kebanyakan mamalia, yang hanya memiliki satu lapisan bulu, rusa kutub memiliki dua lapisan. Bulu bawahnya sangat lebat, sementara lapisan luarnya tampak seperti pelindung atau selimut yang berongga.
Selain itu, rusa kutub juga dikenal memiliki kurang lebih 2.000 rambut dalam satu sentimeter persegi. Jumlah itu membuat bulu rusa kutub sepuluh kali lebih padat dari rambut manusia, sehingga memungkinkan tubuhnya tetap hangat, baik ketika tinggal bersama Sinterklas di Kutub Utara, atau bepergian keliling dunia di Malam Natal.
2. Bisa Makan Lumut
Tidak seperti seperti sapi, kambing, atau kuda, rusa kutub boleh dibilang sebagai satu mamalia dengan diet yang cukup unik. Ia dapat mencerna lumut berkat bakteri khusus di dalam ususnya. Hal ini pula yang memungkinkan mereka dapat bertahan hidup di Kutub Utara di saat tidak ada rumput atau ketika yang tersisa hanyalah lumut.
3. Mampu Melihat dalam Gelap
Kutub Utara selama ini dikenal sangat minim cahaya matahari, terutama di musim dingin. Fenomena ini ternyata juga telah membuat rusa kutub berevolusi dengan matanya. Selama musim dingin, mata rusa bisa berubah warna dari emas menjadi biru, bahkan mampu melihat sinar ultraviolet. Dengan kemampuan ini, rusa kutub dapat melihat dalam kegelapan layaknya burung atau serangga dan dapat memandu perjalanan Sinterklas di malam Natal.
4. Kukunya Lebar
Salju dan musim dingin rupanya juga telah mengakibatkan evolusi pada kuku rusa kutub utara. Hewan yang satu ini memiliki kuku kaki yang lebih lebar dari kuda. Bentuknya mirip bulan sabit, dimana bagian tubuh ini tidak hanya membuatnya mudah berjalan di atas salju, tetapi juga melindungnya dari serangan radang dingin. Tak hanya itu, kuku rusa kutub juga mempermudahnya untuk mencari makan. Ia berfungsi seperti sekop, ketika menggali atau mencari lumut di antara salju.
5. Paling Jinak
Rusa kutub adalah satu-satunya spesies rusa yang dapat dijinakkan. Orang-orang bahkan telah menungganginya seperti kuda, dan menggunakan kawanan kecil mereka untuk mengendarai kereta luncur sejak zaman batu. Rusa kutub juga memiliki kemampuan migrasi yang sangat jauh ketimbang mamalia darat lainnya. Tiap tahun ia bermigrasi hingga 5.000 km, dan setiap hari mereka bisa berjalan sejauh 55 km. Kemampuan ini boleh dibilang cukup ideal untuk membantu kebiasan Sinterklas, yang selalu mengunjungi rumah dan membagikan kado untuk anak-anak di malam Natal. (M-4)
Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menggelar Perayaan Natal dan Kunci Taong 2026. Acara yang digelar di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta.
Perayaan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Kawanua di perantauan untuk mempererat tali persaudaraan.
Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan tahun ini mengajak hadirin merefleksikan kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia, khususnya melalui keluarga.
Persatuan Wredatana Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pendapa Pemerintah Kabupaten Klaten, Sabtu (10/1).
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved