Minggu 30 Juni 2019, 01:10 WIB

Pengubah Jerami nan Menyejukkan

Fathurrozak | Weekend
Pengubah Jerami nan Menyejukkan

Dok. Pribadi
Tenriola Ramizah Ajeng Prasetiya

 

IDE bisa muncul dari mana saja, terlebih bila Muda peka pada kondisi ling­kungan sekitar. Itulah yang terjadi pada Tenriola Ramizah Ajeng Prasetiya, siswi SMA Cendekia Harapan Bali. 

Ia menggali ide komponen pengganti freon pada pendingin ruangan yang ramah ling­kungan menggunakan kandungan silica gel pada abu hasil pembakaran jerami. Rasa ingin tahu cara memanfaatkan jerami di kawasannya membuatnya berinovasi. Sampel produknya sempat ia pamerkan pada ajang Indonesia Science Day (ISD) 2019 di Jakarta, beberapa waktu silam. Berikut ini petikan wawancara Muda dengan Tenriola melalui sambungan telepon.

Bagaimana cara mengubah jerami menjadi silica gel freon AC?
Ide ini bermula dari tugas sekolah, dari salah satu metode pembelajaran yang mengha­ruskan kita membuat proyek produk inovasi. Saat itu diberi waktu selama dua pekan, dari judul, akar masalah, hingga inovasi apa yang akan ditawarkan.

Di Indonesia, khususnya di Bali, banyak petani yang menanam padi. Muncullah limbah pertanian berupa jerami yang bisa menumpuk hingga berjuta-juta ton. Dari jumlah itu, petani hanya menggunakan sebagian jerami yang masih hijau untuk pakan ternak. Sementara itu, yang sudah kering biasanya dibakar. 

Membakar jerami mengganggu lingkungan sekitar. Apalagi, bila dalam jumlah banyak dan dilakukan malam hari, bisa mengaburkan pandangan pengendara bermotor karena jarak pandang berkurang. Lalu, saat saya cari tahu apa saja komponen di jerami, ternyata mengandung silica hingga 90%. 

Jadi, tugas sekolah mendorong cari tahu lebih banyak?
Iya. Saat kita sedang membaca terkait dengan kelembapan, salah satu indikator saat pembelajaran melihat penggunaan freon di pendingin ruangan yang bisa menjadi penyebab pemanasan global. 

Dari sana kita mulai tertarik bagaimana mengganti kandungan yang ada di freon AC agar tidak merusak lingkungan. Dalam proyek pengolahan limbah dengan jerami, saya mulai cari tahu juga apa fungsinya dan manfaat silica, ternyata bisa digunakan untuk menangkap uap air di udara.

Bagaimana mekanisme penelitian dan pengembangan inovasinya?
Saya bersama seorang teman, dibantu para pembimbing untuk memberi kami arahan. Pembimbing lebih ke teman diskusi, ketika kami punya ide, kami tanyakan ke mereka, dan diberikan pandangan lain. Selain itu, juga memberi pengawasan terkait dengan keamanan di lab.

Saat uji coba, kami membawa sekitar 30 kilogram (kg) jerami ke tempat pembakaran keramik. Butuh waktu pembakaran selama 18 jam dalam suhu 7.500 derajat celsius, sedangkan kami belum memiliki fasilitas pembakaran.
Dari 30 kg jerami, diambil sebanyak 50 gram abu pembakaran, yang diekstraksi menjadi 5 gram silica. Yang masih kami pelajari, berapa banyak silica gel yang dibutuhkan untuk diaplikasikan di pendingin ruangan.

Komponen yang kami gunakan bukan hanya jerami, ada juga campuran senyawa kimia lainnya. Setelah menjadi abu, kemudian kami campurkan dengan beberapa senyawa kimia dan memerlukan waktu 9 jam untuk memprosesnya hingga menjadi silica gel kering.

Sudah berapa lama proyek ini?
Kami memulai pada Februari lalu. Target Juli sudah berbentuk dan dapat dilihat secara visual, serta bisa diaplikasikan ke pendingin ruangan. 

Lalu apa rencana terdekat?
Kita proyeksikan paling dekat tentu berhasil membuat produk inovasi yang masih dalam proses pengembangan ini. Setelah berhasil, kami ingin mematenkannya dan bisa digunakan sebagai solusi lingkungan.

Sebenarnya, dari hasil membaca di beberapa jurnal, kami juga memiliki produk lain dari limbah jerami, yaitu keramik glow in the dark dan gigi palsu. 
Hanya, keramik tidak menjadi prioritas kami dalam pengembangan ke depan karena masuk kategori kerajinan. Kami ingin menyasar pada produk yang mampu menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan sehingga fokus pada produk silica gel untuk pengganti freon AC, dan gigi palsu.

Apakah silica gel jerami akan diproduksi massal?
Kalau sudah berhasil, targetnya akan diproduksi massal, tentunya setelah dipaten­kan. Kami juga mengharapkan ada lembaga/institusi yang mau membantu produk inovasi kami, menjadi bagian dari menyelamatkan bumi dengan jalan pendingin ruangan berbahan silica gel jerami.

Rencananya kami juga akan membangun satu tempat yang menjadi pengelolaan limbah jerami, juga tungku pembakaran, hingga nantinya diubah menjadi silica. 

Sebenarnya, konteks kami ingin menyasar ke perusahaan pemroduksi pendingin ruangan sehingga mereka juga ikut membantu target kami untuk mengganti freon dengan silica gel jerami. Ini menjadi salah satu solusi mengatasi limbah jerami dan mengatasi pemanasan global. 

Apa keunggulan silica gel jerami?
Secara kinerja, pendingin yang bakal kami produksi lebih menyasar ke pendingin ruang­an yang mengurangi uap air dalam ruangan. Kalau dari kinerja memang tidak akan bisa dingin secepat AC yang menggunakan freon. Namun, dampak ke lingkungan tentu akan sangat besar. Bisa mengurangi pemanasan global, mengurangi limbah pertanian, dan polusi udara akibat pembakaran jerami, serta teknologi yang ramah lingkungan berkaitan dengan budaya green chemistry. (M-3)

Baca Juga

Unsplash/ Jonathan Borba

ASI Terbukti Tingkatkan Kemampuan Kognitif Anak

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 15:40 WIB
Penelitian di London menunjukkan jika pemberian ASI membuat bayi dari keluarga miskin memiliki kecerdasan yang sama dengan anak dari...
123RF/maksymiv

Yang Harus Diperhatikan Pemakai Lensa Kontak Agar Mata Tetap Sehat

👤Nike Amelia Sari 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 14:30 WIB
...
CNET/ NASA/JPL-Caltech

NASA Rancang Robot untuk Selidiki Kehidupan Alien di Bawah Air

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 13:15 WIB
Robot tersebut akan memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi berbagai wilayah perairan di luar angkasa, seperti area perairan yang tertutup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya