Minggu 07 Juli 2019, 00:05 WIB

Tambahan Kuota Haji seperti Air di Padang Sahara

Administrator | Video

Wawancara Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (6/7).

Apakah kuota tambahan 10 ribu menjadi permanen?

Kami akan menambah terus, kami melakukan komunikasi dengan kerajaan, mengirim surat kepada raja dan putra mahkota  bahwa saudara-saudara kami di Indonesia ini masa tunggunya ada yang sampai 30 tahun, ada yang 40 tahun sehingga penambahan kuota ini akan menjadi sebuah air di padang  sahara. Jadi, betapa bahagianya saudara-saudara di Indonesia untuk secepatnya bisa menunaikan ibadah haji. sehingga selama kami bertugas di sini sebagai pelayan WNI di Arab Saudi Alhamdulillah sudah 20 ribu tambahan dan kami akan berusaha setiap saat melakukan komunikasi-komunikasi. Karena yang namanya kuota itu adanya di kantor Raja, jadi dari sana .kemudian turun ke  menteri negara urusan luar negeri setelah itu baru disampaikan kepada kementerian haji dan umroh melalui Doktor Saleh Benten yang separuh darahnya adalah darah Indonesia. Sehingga, komunikasi-komunikasi model Nusantara inilah yang sedang kami bangun di Saudi untuk diplomasi haji.


Jemaah haji Indonesia saat ini banyak yang berusia lanjut?

Alhamdulillah kedatangan kloter pertama dari Surabaya Indonesia, kedatangan pertama dari total 331 ribu jemaah haji Indonesia dan ini adalah jumlah jemaah haji Indonesia terbesar dalam sejarah dan Alhamdulillah berdasarkan arahan Presiden jokowi kami meminta tambahan kuota seharusnya 29 ribu .  Sehingga kuota kita biar menjadi 250 ribu.  Tapi Alhamdulillah kemudian Raja memberikan tambahan kuota sebanyak 10 ribu dan 10 ribu itu dalam surat raja disebut sebagai khusus untuk para usia lanjut...


Alhamdulillah diplomasi haji Indonesia dengan Saudi sudah mencapai puncaknya sehingga kami selalu berkomunikasi dengan semua pihak di Saudi ini karena untuk masalah haji minimal ada 14 lembaga yang terlibat di Saudi. Mulai dari kementerian dalam negeri, gubernur Mekkah sebagai ketua Rois Markaziah, gubernur Madinah, kementerian kesehatan, dan lainnya sebagainya. (Sitria Hamid)

Kami selalu melakukan komunikasi intensif dengan mereka untuk melakukan perbaikan-perbaikan haji ke depan. Kami tidak lupa untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, atas pemberian privelege  kepada Indonesia dengan penambahan kuota 10 ribu itu dan juga fasilitas-fasilitas yang lain. Karena Saudi akan terus mengembangkan perbaikan-perbaikan haji baik di Madinah, Mekah, dan juga di Arafah, Mudzalifah, dan dan Mina. Alhamdulillah kami sebagai pelayan warganegara Indonesia yang ada di Saudi. Khususnya pada hari ini kami adalah pelayan Jemaah haji Indonesia. Kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada Jemaah haji Indonesia, Karena melayani mereka adalah sebuah kehormatan dan kemuliaan bagi kami.

 

Apa himbaun untuk Jemaah haji Indonesia tahun ini?

 Karena tahun ini itertinggi, jadi sekitar 50 derajat ke atas. jadi kami berharap jemaah haji menjaga kesehatan kemudian untuk melindungi dengan payung karena tahun ini seperti dua tahun lalu cuacanya sangat panas sekitar 50 ke atas 55 sampai dengan 56 derajat. Sehingga ini akan menjadi tugas berat para khadim para pelayan para jemaah haji Indonesia yang tergabung di Saudi ini. Jadi, kami sudah sepakat sejak awal bahwa semua petugas yang ada di Saudi adalah petugas on behalf Indonesia, tidak boleh ada petugas atas nama kemenag, kemenlu, tidak boleh ada atas nama Kemenkes.Jadi all sistem kami menyatu dalam keindonesian, kami menyatu sebagai para pelayan jemaah haji.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More