Jumat 05 April 2019, 15:02 WIB

Layar Tancap, Bisnis Nostalgia yang Takkan Tergantikan

Administrator | Video

Di tengah gempuran era digital, layar tancap ternyata masih sanggup bertahan. Hiburan rakyat ini tetap diburu oleh penontonnya yang ingin bernostalgia.

"Sensasinya itu beda, satu nostalgia, dua merakyat. Sepertinya Layar tancap tidak akan tergantikan karena ada semangat kebersamaan dan gotong royong, " ujar Dr. Ekky Imanjaya, Dosen Jurusan Film Universitas Bina Nusantara, Senin (1/4).

Ekky menambahkan, ketika menonton layar tancap penonton bebas berekspresi seperti teriak-teriak, bertepuk tangan tanpa takut malu dibilang norak. "Hal-hal ini yang tidak bisa didapatkan ketika menonton bioskop."

Meski tak sesemarak dulu, layar tancap masih banyak ditanggap di wilayah pinggiran Jakarta.

Nur Iyan, pengusaha layar tancap sekaligus kolektor ratusan film seluloid 35mm, mengaku dirinya masih menerima order 3-4 kali dalam sebulan.

"Di wilayah pelosok masih banyak penggemarnya, walaupun era digital masih ada yang 'nanggep', alhmdulillah sebulan tiga sampai empat 'mah' masuk 'job'," terang Iyan.

 

Video Lainnya

Donor Darah Metro TV Bantu Stok Darah PMI Selama Pandemi

👤Administrator 🕔Senin 30 November 2020, 16:53 WIB
Pelaksanaan donor darah Metro TV menerapkan protokol kesehatan. Seluruh panitia dan pendonor darah menggunakan masker serta saling menjaga...

Perlukah Liburan Akhir Tahun Dilarang?

👤Administrator 🕔Senin 30 November 2020, 13:12 WIB
Jelang libur akhir tahun, banyak orang merencanakan plesiran, wisata, kunjungan keluarga, pulang kampung, ataupun resepsi...

Ruang Isolasi Swadaya Masyarakat

👤Administrator 🕔Minggu 29 November 2020, 16:35 WIB
Pengurus RW 05 Kelurahan Baros berinisiatif untuk mengubah sebuah ruangan menjadi ruang isolasi mandiri secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya