Selasa 29 Agustus 2017, 22:12 WIB

Filosofi Golok Bagi Pesilat

Administrator | Video

Golok bagi para pesilat mengandung filosofi sebagai senjata golok itu harus memilik sarung.

"Artinya sarung yang dimaksud itu silat ini harus ada bungkusnya, ada pagarnya yakni keagaaman," ujar Untung P Navis, Sekjen Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi)

Keagamaan itu seperti salat dan ngaji yang akan membuat silat lebih aman bagi mereka yang memilikinya.

Ketika silat diaplikasikan tanpa sarung atau tanpa dipagari dengan keagamaan maka akan berakibat fatal, namun sebaliknya silat akan sangat bermanfaat jika dibungkus dengan keagamaan.

Sehingga silat hanya akan digunakaan pada saat dibutuhkan. Selebihnya silat akan menjadi dasar untuk silaturrahmi dan persaudaraan.

"Tajamnya golok bukan berarti golok digunakan secara serampangan," tegas Anwar al Batawi, Ketua Umum Astrabi.

Menurutnya.ketika orang memegang golok dia harus lebih memegang rasa dari dirinya, yakni kemampuan yang dia miliki.

Sementara aplikasi golok dalam silat, tidak semua perguruan silat di Jakarta tidak menjadikan golok bagian dari jurusnya.

"Namun representasi golok bagi pesilat berarti kesiapan mereka untuk mempertahankan diri ataupun membantu sesamanya," tutup Anwar.

Video Lainnya

Tes Usap Wartawan

👤Administrator 🕔Jumat 27 November 2020, 16:40 WIB
Sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Magelang menjalani tes usap untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mengantisipasi...

Memori Guru

👤Administrator 🕔Jumat 27 November 2020, 15:22 WIB
Walau berjauhan, jarak bukan alasan untuk berhenti mendapatkan pendidikan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk masa depan...

Rapid Test Petugas KPPS

👤Administrator 🕔Kamis 26 November 2020, 17:02 WIB
Tes tersebut guna memastikan kesehatan dan pecegahan penularan covid-19 saat pelaksaanaan pemungutan suara pemilu Bupati Kabupaten Bandung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya