Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Bukan dengan selendang atau hammock, tubuh menggantung dengan tali. Sensasi konsep yoga ini lebih menegangkan jika dibandingkan dengan biasanya.
YOGA dengan gerakan akrobatik atau menggantung di udara memang bukan baru. Di Jakarta, setidaknya sudah dua tahun ini kelas-kelas yoga antigravitasi menjadi populer.
Pemandangan serupa aerial yoga juga terlihat di sebuah kelas di Bikram Yoga@42, Plaza Senayan Arcadia, Jakarta. Minggu (19/3) pagi itu enam peserta kelas yoga dibimbing instruktur untuk melakukan gerakan-gerakan sambil menggantung di udara.
Bedanya, peyangga tubuh mereka bukan selendang atau hammock kain, melainkan tali dengan lebar sekira tiga kali ikat pinggang. Jarak ujung tali dengan lantai sekitar 1 meter. Konsep yoga ini dinamakan Fly High Yoga (FHY).
Beberapa peserta pun terlihat ragu-ragu bahkan takut. Beberapa gerakan memang terlihat jadi lebih menguji nyali karena tumpuan yang tidak lebar itu.
Beberapa gerakan yang diarahkan instruktur atau yogini FHY, Marsella Margareth, hari itu di antaranya, backward facing asana. Dalam gerakan ini kepala berada di posisi bawah sementara tangan membentang.
Setelah itu, Marsella atau yang akrab disapa Sella membimbing para peserta untuk merentangkan kedua kaki (split) dengan ujung-ujung kaki digapai tangan.
Ada juga posisi up-right baddha konasana yang dilakukan dengan posisi duduk bersila di atas belt. Gerakan yang mudah dilakukan di lantai jadi berbeda saat di kelas ini. Belum lagi menegakkan punggung, beberapa peserta sudah cukup kesulitan untuk menyeimbangkan tubuh.
Setelah melakukan semua gerakan itu, Sella juga mengharuskan setiap peserta melakukan child pose atau gerakan bersujud dengan punggung lurus dan wajah mencium lantai.
"Melakukan semua gerakan yang melayang, apalagi posisi kepala ke bawah harus diakhiri posisi child pose ini karena supaya darah yang mengalir ke kepala dalam posisi terbalik itu bisa mengalir kembali ke seluruh tubuh," jelas Sella.
Sella menjelaskan FHY memang membuat adrenalin lebih terpacu jika dibandingkan dengan kelas yoga lainnya karena peserta dituntut berani dan percaya diri untuk melakukan gerakan. "Memang sensasi yang pertama itu adalah bagaimana seseorang melawan rasa takut atas ketinggian. Apalagi, seluruh beban tubuh hanya ditopang oleh sebuah belt," jelasnya.
Ia pun tidak heran ketika banyak peserta merasa minder dan takut di awal kelas. Namun, Sella selalu meyakinkan peserta akan mampu melakukan setiap gerakan jika tubuh tetap rileks, selain tentunya percaya diri.
Dari takut jadi puas
Rasa takut memang tampak tidak lama dialami para peserta. Setelah beberapa gerakan, mereka percaya diri dan menikmati kelas itu.
"Awalnya pasti takut, termasuk saya karena gerakannya cukup ekstrem, kaki di atas dan kepala di bawah ditambah harus melakukan gerakan-gerakan kelenturan tubuh lainnya," tutur Mirna Andara Octaria, salah seorang peserta.
Mirna yang juga penyuka olahraga yoga itu mengaku baru pertama kali mengikuti kelas fly high yoga seperti ini. Bersama kerabatnya yang penasaran melihat kelas ini dari media sosial, dirinya pun memberanikan diri mencoba kelas yoga terbaru ini.
Selama hampir satu jam mengikuti seluruh gerakan yang diarahkan instruktur, Mirna mengaku langsung merasakan efek pada tubuh. Perempuan berusia 31 tahun itu merasa otot perutnya menjadi lebih kencang.
"Otot perut memang yang paling terasa. Karena semua gerakan bertumpu di perut dan dalam posisi tubuh terbalik, kita tetap diharuskan melakukan inhale dan exhale dengan normal," terang Mirna.
Rhea Audrey, perempuan 17 tahun yang juga penyuka olahraga yoga ini mengaku justru tertantang mendengar kata fly high dalam latihan itu. Pengalaman pertama Rhea dilakukan di Bali dengan kelas berada di ruang terbuka dengan pemandangan yang asri. Karena itu, ia merasa rileks ketimbang takut. Setelah beberapa kali mengikuti FHY, Rhea menilai latihan ini sangat cocok bagi mereka yang ingin mendapatkan perasaan rileks sekaligus fun dalam berolahraga. (M-3)
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan tambahan kuota haji 2024.
Dibintangi Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, dan Wafi Zihan, film ini mengangkat kisah saudara kembar yang terkutuk setelah sang nenek meninggal di hari keramat tanggal 6 bulan 6 jam 6.
Tahap penjurian lomba karya jurnalistik & fotografi ESDM 2025 yang merupakan kerjasama Kementerian ESDM RI dengan Dari Balik Lensa Media Indonesia.
Untold Story Pembebasan 10 ABK Sandera Kelompok Abu Sayyaf 2016
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk hidup dalam kebersamaan, saling menghormati, dan wujudkan kedamaian
Badan Musyawarah DPRD DKI Jakarta menetapkan jadwal kegiatan Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta selama periode September hingga Desember 2025.
Dalam kegiatan ini juga digelar seremoni penyerahan kunci unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK Pulogadung, Jakarta Timur.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menegaskan komitmen terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Ikatan Keluarga Dewan (IKD) DPRD DKI Jakarta menggelar berbagai perlombaan di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mendukung Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi digital di sektor perdagangan tradisional
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen pembenahan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mengapresiasi Program Pemutihan Ijazah yang tertahan atau tertunda
Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar sebidang lahan milik PT. Billymoon tetap dimanfaatkan oleh warga RW 10 dan masyarakat Pondok Kelapa
DPRD DKI Jakarta mengapresiasi langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta yang siap berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi
Para anggota DPRD DKI Jakarta menjadi peserta fashion show yang diselenggarakan Sekretariat DPRD DKI Jakarta
DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI menyepakati besaran nilai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, kembali ambil bagian dalam Turnamen Bulu Tangkis DPRD DKI Jakarta Cup yang digelar oleh Sekretariat DPRD DKI Jakarta.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Khoirudin memberikan pesan di HUT ke-80 RI
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved