Rabu 27 November 2019, 09:45 WIB

Berkebun Dalam Keterbatasan Lahan

Administrator | Video

Pesatnya laju pembangunan Jakarta meningkatkan kebutuhan lahan untuk infrastruktur dan pemukiman. Sementara lahan di sektor pertanian kian mendesak.

Kondisi itu membuat sejumlah warga di Ibu Kota memaksimalkan lahan terbatas yang tersisa.

Mereka menerapkan konsep urban farming, memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan.

Seperti yang dilakukan Abdul Rachman, 61, warga Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Rachman, pensiunan pegawai kelurahan itu, menyulap lahan kosong di lantai empat rumahnya menjadi area bercocok tanam.

Hobinya berkebun tersalurkan, sayuran beragam jenis dan buah-buahan ditanamnya. Hasilnya pun dikonsumsi keluarga, diberikan ke tetangga hingga di jual ke pedagang.

Sementara Andiya, warga Rt01/Rw 01 Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, memanfaatkan lahan kosong di bantaran Kanal Banjir Barat Sungai Ciliwung.

Lima tahun lalu Andiya bersama sembilan anggota Mandiri Indah Tani (MIT) membersihkan lahan kotor penuh sampah itu dan menjadikannya sebagai lahan pertanian.

Kelompok tani MIT itu sudah beberapa kali panen. Selain untuk konsumsi anggota, hasilnya juga diberikan kepada warga sekitar serta dijual ke pasar lokal.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More