Minggu 17 Juli 2022, 22:22 WIB

Praktisi: Etika Diperlukan agar tidak Mengalami Perundungan Dunia Maya

Mediaindonesia.com | Teknologi
Praktisi: Etika Diperlukan agar tidak Mengalami Perundungan Dunia Maya

Freepik.com
Ilustrasi perundungan digital

 

Perundungan dunia maya beberapa tahun belakangan menjadi isu hangat yang dibahas. Tindakan agresif yang memunculkan rasa tidak nyaman, menimbulkan ketidakpercayaan diri, hingga takut dan gangguan psikologis ini bahkan dapat mendorong seseorang bunuh diri. Berdasarkan data UNICEF 2020, sebanyak 45% anak di Indonesia yang berusia 14-24 tahun menjadi korban perundungan di dunia digital atau maya (cyber bullying).

"Ini sangat mengkhawatirkan, maka itu kita harus betul-betul etis dalam bermedia digital, menerapkan etika dalam dunia digital," kata Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo, Nur'annafi Farni Syam di Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (14/7).

Lebih jauh dia menjabarkan perilaku cyber bullying yang kerap terjadi di dunia digital. Antara lain membagikan data personal seseorang di dunia maya atau dikenal sebagai tindakan doxing. Kemudian kegiatan memata-matai atau cyber stalking, pencemaran nama baik, berkomentar tidak pantas. Termasuk intimidasi, mengganggu dengan melakukan pengancaman, tindakan menghina, hingga penyebaran foto/video vulgar dengan maksud tertentu.

Beberapa orang bisa secara tidak sadar pernah melakukan cyber bullying seperti beberapa contoh tadi. Namun bagaimana agar setiap orang bisa menghindari perilaku cyber bullying? Lebih jauh Nur'annafi mengatakan agar setiap orang menempatkan diri di posisi orang lain. Bukan hanya itu setiap kali akan mengunggah sesuatu atau berkomentar sesuatu pikirkan apakah kata-kata yang ditulis akan menyakiti atau menyinggung orang yang bersangkutan. Hargai perasaan dan privasi orang lain di dunia digital seperti halnya di dunia nyata meskipun tidak bertatap muka langsung.

"Stop membuat dan menyebarkan konten-konten negatif yang mengandung unsur penghinaan, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik," katanya lagi. (OL-12)

Baca Juga

AFP/MANAN VATSYAYANA

Warga Tiga Negara Asia Tenggara Ini Paling Sulit Menjangkau Harga Ponsel Pintar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 07:15 WIB
Di ketiga negara itu, harga rata-rata ponsel pintar kelas menengah adalah dua kali atau lebih dari gaji bulanan...
ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Ini Perbandingan Keterjangkauan Harga Ponsel Pintar Populer di Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 06:45 WIB
Untuk membeli ponsel pintar dengan spesifikasi kelas atas, masyarakat Indonesia membutuhkan waktu sekitar 3 tahun untuk menjangkau kelas...
DOK Pribadi.

Pentingnya Legalitas Startup dan Kompresi Data

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 20:46 WIB
Legalitas suatu startup dinilai penting untuk dapat melindunginya dari berbagai hal yang berpotensi merugikan entitas atau produknya. Untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya