Selasa 11 Februari 2020, 15:46 WIB

Rektanigama Aplikasi Pertanian ala UGM

Ardi Teristri Hardi | Teknologi
Rektanigama Aplikasi Pertanian ala UGM

MI/Ardi Teristri H
Guru Besar Fakutas Pertanian UGM Prof Irham

TIM peneliti UGM mengembangkan aplikasi Rektanigama (rekam usaha tani Gadjah Mada). Aplikasi ini mencatat dari pengolahan lahan hingga panen yang dilakukan oleh petani dan penyuluh pertanian.

"Dilihat dari sudut pandang manajerial, pembukuan atau dalam bahasa yang lebih umum disebut sebagai pencatatan, merupakan hal yang sangat penting sebagai dasar suatu pengambilan keputusan, tidak terkecuali pencatatan dalam usaha tani," ujar Ketua Tim peneliti dari Fakultas Pertanian, Prof Irham.

Pencatatan usaha tani tidak hanya bermanfaat pada jenis usaha tani komersil, tetapi juga usaha tani dengan tipe subsisten, termasuk di dalamnya usaha tani dengan sistem konvensional (non organik) maupun usaha tani dengan sistem organik.

Bahkan, pada usaha tani dengan sistem organik, pencatatan usaha tani menjadi aspek yang dipersyaratkan secara teknis untuk keperluan sertifikasi. Selain itu, dari sisi produk, pencatatan usaha tani memberikan jaminan kemamputelusuran suatu komoditas, sehingga memberikan informasi yang memadai bagi konsumen.

"Untuk memudahkan pencatatan dan penyimpanan data, sekaligus sebagai suatu upaya merespons revolusi industri 4,0 di sektor pertanian, Rektanigama  hadir sebagai suatu platform pencatatan digital," kata dia. Inisiasi pencatatan digital ini bahkan sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan nama introduksi Pokniluh, sebuah portal tabulasi data usaha tani dalam jaringan dan diujicobakan di Kulon Progo melalui dukungan dana pengabdian dari LPPM UGM.

Dalam rangka menanggapi kebutuhan petani sebagai pengguna akhir, Pokniluh bertransformasi menjadi Rektanigama. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menjadi salah satu pihak yang berperan besar dalam transformasi ini.

Rektanigama memiliki beberpa keunggulan dibandingkan Pokniluh, salah satunya melalui website Rektanigama, petani tidak hanya mencatat input usaha tani pada akhir pengelolaan, tetapi juga mencatat aktivitas harian dengan rinci namun tetap mengedepankan asas mudah dan praktis.

Kondisi sosial dan budaya petani menjadi pertimbangan utama bagi tim Rektanigama. Tim ini terus berkomitmen agar aplikasi berbasis website Rektanigama mudah untuk diakses dan digunakan oleh petani.

Secara makro, Rektanigama memiliki cita-cita sebagai salah satu penyedia data pertanian yang valid dan faktual. Adanya data-data pertanian yang valid, faktual, dan komprehensif dapat digunakan sebagai salah satu alat dalam pengambilan kebijakan di lingkup nasional. Kebijakan-kebijakan yang dihasilkan merupakan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada petani dan  beriorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tim Rektanigama masih terus melakukan uji coba sebagai salah satu dasar pengembangan aplikasi ini. Penjaringan aspirasi petani, diskusi bersama
dengan stakeholder dan pengembang program, serta pengenalan produk menjadi aktivitas yang secara kontinyu dilakukan.

"Di masa mendatang, Rektanigama diharapkan menjadi aplikasi yang direkomendasikan bagi petani karena  keandalan dan kepraktisannya," kata dia.

Rektanigama sebagai salah satu aplikasi yang digagas oleh UGM juga diharapkan menjadi alat yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan petani Indonesia pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. (OL-13)

Baca Juga

Ilustrasi

Penguatan Layanan Data Center Berbasis Inovasi Jadi Fokus NTT

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:43 WIB
Ekonomi digital saat ini telah berkembang pesat dan NTT akan terus menawarkan strategi berbeda yang berakar pada...
Dok. Pribadi

7 Punggawa Startup Ini Punya Potensi Kembangkan Ekonomi Digital RI

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:44 WIB
Hampir 70% dari startup yang berdiri dibangun atau perintis anak muda berusia 25 hingga 38...
dok.ist

Teknologi Blockchain Mampu Selusuri Perjalanan Kopi

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 19:33 WIB
BEKERJASAMA dengan perusahaan blockchain asal Jepang, konsumen Noka kini dapat mengetahui dan lebih mengapresiasi perjalanan kopi dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya