Minggu 24 April 2022, 04:00 WIB

Bangun Jembatan Sosial Keberagaman

M IQBAL AL MACHMUDI | Ramadan
Bangun Jembatan Sosial Keberagaman

123RF

 

AL-QUR'AN menjelaskan semestinya umat manusia hidup rukun dan damai dalam keberagaman. Jika menelaah Al-Qur'an secara saksama, kita akan sampai pada satu kesimpulan bahwa keberagaman dalam perspektif Al-Qur'an ialah satu kekayaan dan sunatullah.

"Andai kata Allah Tuhan-mu Ya Muhammad, mudah bagi Allah menciptakan manusia itu dalam satu umat (tanpa perbedaan), tapi tidak, Allah berkehendak menciptakan kalian beragam, inilah kehendak Allah kita diciptakan beragam," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (NU) KH Zulfa Mustofa dalam Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1443 H/2022 M di Jakarta, Selasa (19/4).

Manusia juga diciptakan Allah beragam itu untuk saling mengenal. Selain itu, manusia fitrahnya diciptakan berpasangan dan beragam agar hidup rukun dan damai karena manusia sejatinya satu sama lain saling membutuhkan.

"Kita yang berbeda agama ternyata saling membutuhkan apalagi hanya berbeda ormas. Seorang penyair Arab terkenal bernama Al-Ma'arri mengatakan manusia itu satu sama lain saling membutuhkan. Apakah baik yang dari desa maupun dari kota walaupun sering kali manusia tidak menyadarinya," ujarnya.

Seorang ulama tafsir terkemuka Imam At-Thahir ibn 'Asyur berkata manusia akan hidup rukun dan damai jika mereka dijaga dari permusuhan dan kebencian betapa pun mereka berbeda. Jika manusia sudah dijaga dari kebencian dan permusuhan, maknanya mereka mendapatkan rahmat dari Allah.

Kasih sayang Allah tidak bisa hanya ditunggu, maka harus diraih dengan banyak membangun jembatan-jembatan sosial, yakni dengan silaturahim dan dialog. "Inilah salah satu cara kita menjemput rahmat Allah karena sering kali kurangnya silaturahim membuat kemudian keberagaman kita menjadi penghalang kita saling menyayangi," tuturnya.

Bukan sekat

Dalam tafsir 40 kaidah cinta dijelaskan ternyata tumbuhnya kemusykilan-kemusykilan di dunia terjadi karena sering kali salah memahami ucapan dan bahasa orang yang berbeda pendapat. "Padahal jika bertemu dialog, di sana akan tumbuh kasih sayang di antara kita. Apalagi jika kita ingin mencoba memahami orang yang berbeda dari kita dengan banyak membaca dan mendengar apa alasan mereka berbeda," katanya.

Seseorang setiap kali ilmunya bertambah, moderasi beragamanya akan bertambah. Sebaliknya, semakin sedikit dan kurang ilmunya, moderasi beragama akan berkurang.

KH Zulfa menjelaskan bagi orang yang alim, tidak akan ada pernah bagi mereka keberagaman perbedaan menjadi sekat untuk hidup rukun dan damai. Negara ini, lanjut KH Zulfa, sekali lagi membutuhkan peradaban yang indah, yakni peradaban yang dibangun atas dasar saling memahami, mencintai, dan juga saling menyayangi, bukan atas dasar saling mencurigai dan membenci.

"Fenomena islamofobia pada satu sisi dan kafirfobia pada sisi lain harus dihilangkan dari negeri ini dan bahkan juga dari dunia ini karena hanya dengan menghilangkan rasa curiga di antara umat beragama akan hidup dalam kerukunan dan kedamaian yang hakiki," ungkapnya. (H-3)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 23 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN