Kamis 15 April 2021, 02:30 WIB

Revolusi Rohani melalui Puasa

Syarief Oebaidillah | Ramadan
Revolusi Rohani melalui Puasa

MI/Adam Dwi
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir

MEMBENTUK pribadi takwa melalui puasa memerlukan waktu sehingga datangnya bulan Ramadan menjadi ladang 'olah jiwa tahunan' yang harus membawa kita kepada kebaikan dan meningkatkan ketakwaan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Pengajian Ramadan 1442 H yang diselenggarakan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Lazismu dan ditayangkan secara langsung melalui TV Mu, Selasa (13/4).

pengajian tersebut menjadi pembuka rangkaian semarak Ramadan 1442 H yang tahun ini mengambil tema Ramadan aman dan sehat.

“Saya mencoba meletakkan puasa sebagai kanopi, sebagai teras rohani kita agar dengan ketakwaan yang terus kita bangun itu, melahirkan diri kita yang semakin bersih, suci lahir dan batin dalam makna bahwa puasa adalah proses revolusi rohani,” kata Haedar.

Menurut Haedar, puasa yang menjadi kanopi agar insan menjadi bersih lahir batin tidak hanya menahan diri dari makan, minum, dan pemenuhan kebutuhan biologi. "Ini adalah puasa yang terintegrasi agar menjadikan diri pribadi sebagai orang yang punya kemampuan memelihara, merawat, dan menjaga," imbuhnya.

Ia menegaskan, untuk mencapai hal tersebut, pertama, puasa yang dijalankan harus menjadi puasa lahir batin. Kedua, puasa menjadi rangkaian dengan ibadah yang lain seperti qiyamul lail. "Yang ketiga puasa kita itu terkait dengan kegiatan yang selalu disunahkan Rasulullah SAW, yaitu terus mencari ilmu, membaca Alquran, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan. Terakhir, kita juga diajari untuk terus beramal saleh dan bersedekah dalam bulan Ramadan," kata Haedar.

 

Kesalehan sosial

Haedar menegaskan, puasa selayaknya tidak hanya menjadi ritual individu, tetapi juga memberikan dampak yang baik agar kita menjadi teladan yang baik dalam kehidupan.

“Ketika puasa diproyeksikan la allakum tattaqun (agar kamu menjadi orang yang bertakwa), bagaimana sifat takwa itu kita praktikkan. Contoh apakah setelah puasa kita menjadi orang yang semakin dermawan, yang kedua apakah kita menjadi orang yang sabar tidak pemarah, kemudian pemaaf terhadap orang,” kata dia.

Ia mengatakan, fakta yang terlihat tidak mencerminkan dampak puasa dan ibadah terhadap kesalehan sosial kita. Ia pun menunjukkan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Kita lihat sekarang, kenyataan pertama Indonesia termasuk negara yang gawat korupsi, yang kedua Indonesia sekarang termasuk gawat narkoba, yang ketiga angka perceraian di Indonesia itu cukup tinggi, dan yang terakhir kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ini menunjukkan belum ada korelasi positif antara aktivitas semangat beribadah di kalangan umat Islam dan dampaknya untuk melahirkan kesalehan sosial,” ungkapnya.

Implementasi puasa dan seluruh ibadah, lanjut Haedar, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita harus menjadi uswah hasanah dalam hal keselarasan kata dan tindakan, yang kedua puasa dan seluruh nilai keislaman kita menjadi kekuatan ilmu yang mencerahkan, yang terakhir amaliah kita itu harus juga membawa kemajuan,” pungkasnya. (RO/H-3)

Baca Juga

Antara

Jelang Lebaran PT BNI Sediakan Uang Tunai Rp12,9 Triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 21:54 WIB
Sebaran pemakaian uang tunai dinilai akan dominan di luar wilayah Jabodetabek yaitu hingga 81 persen, sedangkan Jabodetabek hanya 19...
Antara

Intip Persiapan Lebaran Tiga Selebritas Ini

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 20:25 WIB
Idul Fitri tahun ini masih sama dengan sebelumnya yang serba terbatas karena pandemi...
Antara/Fauzan.

Berbagi untuk Anak Yatim Bangun Solidaritas dan Rasa Memiliki

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 20:20 WIB
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara santunan kali ini dilakukan secara bertahap sejak 4 sampai dengan 6 Mei...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-05-06

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 06 Mei 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:31 WIB
Subuh : 04:41 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dzuhur : 11:49 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 17:59 WIB
Isya : 18:53 WIB

TAUSIYAH