Minggu 10 Mei 2020, 07:30 WIB

Perumpamaan Surga dan Neraka

Quraish Shihab | Ramadan
Perumpamaan Surga dan Neraka

MI/Seno

 

PEMBAHASAN Tafsir Al-Mishbah kali ini masih melanjutkan Surah Muhammad, yakni mengenai perumpamaan surga dan neraka. Pada ayat 15 dikatakan, “Matsaluljannatillati wu’idal-muttaqun, fiha an-harum mim ma’in gairi asin.”

Artinya, perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Di situ diumpamakan ada sungai-sungai yang mengalirkan air yang bersih, tidak kotor, dan tidak beraroma buruk. Ada lagi, sungai-sungai dari susu yang tidak rusak susunya, tidak basi. Lalu dari khamar (minuman keras) yang lezat untuk para peminumnya.

Dikatakan pula, “Lazzatil lisy-syaribin, wa an-harum min ‘asalim musaffa.” Ada juga sungai-sungai yang mengalirkan madu yang sudah jernih. *Namun, yang perlu digarisbawahi dalam ayat ini adalah kata matsal. Matsal (perumpamaan) dalam bahasa Arab berbeda dengan mitsil (seperti/ serupa). Misalnya, buku A serupa dengan buku B, punya persamaan warna, ukuran, dan lain-lain. Namun, matsal itu tidak sama, hanya mengumpamakan.

Jadi, kalau memang ayat ini berkata matsal, janganlah menduga persis seperti yang digambarkan. Ia hanya memberikan perumpamaan supaya Anda paham. Itu sebabnya sejumlah ulama berkata tidak ada sungai-sungai dan sebagainya. Perumpamaan ini digambarkan karena manusia ingin tahu, tetapi dia tidak mempunyai kemampuan untuk tahu. Rasulullah SAW menyatakan bahwa di sana ada yang tidak terbayang oleh manusia dan tidak pernah terjangkau oleh nalar.

Di samping itu, surga yang digambarkan di sini bersifat kenikmatan jasmani, seperti keindahan sungai-sungai yang memanjakan mata. Sungai-sungai, misalnya, diumpamakan karena air sungai tidak sulit ditemukan dan banyak di dunia.

Selanjutnya juga dikatakan, “Wa lahum fi ha ming kullissamarati.” Mereka di sana (surga) memperoleh aneka macam buah-buahan yang tidak dikenal dan dilihat manusia.

Di atas semua itu ialah kenikmatan rohani, yakni rida Allah, melebihi kenikmatan jasmani. Kalau Anda sudah mendapat keridaan Allah, tidak ada lagi yang lebih dari itu. Wa magfi ratum mir rabbihim. Anda diberi kenikmatan jasmani seperti ini tetapi kalau disertai dengan perasaan bersalah, belumlah nyaman. Oleh karena itu, Allah memberi pengampunan. Di sini Dia tidak berkata rida, tetapi diampuni.

Lalu, apakah ganjaran semacam ini yang dijanjikan kepada orang bertakwa itu sama dengan orang yang kekal di neraka dan yang diberi minum dengan air yang sangat panas dan mendidih sehingga memotongmotong usus mereka?

Pertanyaannya, apa neraka juga seperti yang digambarkan? Karena kita tidak mengetahui siksa yang paling pedih, kecuali membakar dan sebagainya, maka itulah contoh yang diberikan.

Namun, hakikatnya seperti apa, kita tidak tahu. Hal penting yang harus kita sadari bahwa itu tempat penyiksaan. Ada ulama berkata, boleh jadi kalau kita disiksa dengan es lebih sakit, tapi kita tidak mengalami itu, kita tidak tahu itu. Oleh karena itu, diberikanlah contoh-contoh tadi. Yang jelas, surga adalah tempat kesenangan. Namun, bagaimana kesenangannya, pada hakikatnya kita tidak tahu. Begitu pun neraka. (Ifa/H-3)

Baca Juga

Dok. Amy Maulana

Takbir dan Salawat Bergema Sambut Idul Fitri di Dagestan Rusia

👤Humaniora 🕔Senin 17 Mei 2021, 08:00 WIB
Tradisi lebaran masyarakat muslim Dagestan yang unik adalah mengunjungi keluarga atau tetangga yang tahun ini berduka ditinggalkan mati...
ANTARA/ADENG BUSTOMI

Ketupat Lemak, Menu Wajib Lebaran di Kubu Raya

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 10:31 WIB
Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah di anyam. Beda dengan ketupat, pada umumnya ketupat...
Antara

Ketua DPR: Idulfitri Momentum Perkuat Solidaritas

👤Putra Ananda 🕔Kamis 13 Mei 2021, 13:59 WIB
Apalagi saat pandemi covid-19, menurut Puan penting untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara di sekeliling kita. Terutama mereka yang...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-12-07

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 07 Des 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:04 WIB
Subuh : 04:14 WIB
Terbit : 05:29 WIB
Dzuhur : 11:44 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 18:12 WIB
Isya : 19:10 WIB

TAUSIYAH