Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
POLITIKUS Partai Golkar yang juga Menteri Sosial Idrus Marham enggan mengomentari pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal skandal suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.
"Nanti saja (soal kasus PLTU Riau)," ujarnya singkat saat ditemui seusai jumpa pers di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (3/8).
Sebelumnya, KPK mencurigai sejak awal Idrus mengetahui skandal suap proyek pembangunan PLTU Riau-1. Ketika itu, Idrus masih menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar.
Idrus diketahui sudah dua kali diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus suap proyek senilai AS$900 juta itu. Pekan lalu, Idrus diperiksa selama 12 jam di KPK.
"Dari informasi yang didapatkan KPK, kami menduga tentu saja ada bagian dari peristiwa yang diketahui oleh saksi (Idrus). Karena itulah perlu dilakukan klarifikasi lebih lanjut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved