Minggu 11 September 2016, 07:30 WIB

BIDASAN BAHASA: Jika Dibandingkan Dengan

Dony Tjiptonugroho | Opini
BIDASAN BAHASA: Jika Dibandingkan Dengan

THINKSTOCK

 

ADA fenomena kebahasaan yang timbul dari keinginan untuk praktis berbahasa dalam menyatakan perbandingan. Namun, sebelum membahas fenomena itu, saya paparkan kalimat-kalimat contoh perbandingan berikut ini.

(1) Monumen Nasional di Jakarta dibandingkan dengan Jam Gadang di Kota Bukittinggi. (2) Saya membandingkan Monumen Nasional di Jakarta dengan Jam Gadang di Kota Bukittinggi. (3) Jika dibandingkan dengan Jam Gadang, Monumen Nasional lebih tinggi. (4) Karena tinggi Monas 132 meter, sedangkan Jam Gadang 26 meter, Monumen Nasional lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jam Gadang. (5) Tingkat kesulitan menyelesaikan soal perkalian lebih tinggi jika dibandingkan dengan menjawab soal pertambahan.

Kalimat-kalimat tersebut mengandung unsur yang sama, kata kerja banding yang mendapatkan imbuhan. Dengan imbuhan me-/-kan yang menjadi pembentuk verba aktif, didapatkan kata membandingkan. Dengan imbuhan di-/-kan yang menjadi pembentuk verba pasif, muncul kata dibandingkan.

Verba aktif membandingkan bermakna ‘memadukan atau menyamakan dua benda (hal dan sebagainya) untuk mengetahui persamaan atau selisihnya’. Verba pasif dibandingkan bermakna ‘dipadukan atau disamakan untuk diketahui persamaan atau selisihnya’.

Dalam lima kalimat contoh tersebut muncul pola berikut ini. Pertama, A dibandingkan dengan B. Kedua, membandingkan A dengan B. Ketiga, A lebih ... jika dibandingkan dengan B. Pola pertama dan kedua membuat perbandingan tanpa menyebut hasil. Verba dibandingkan dan membandingkan diikuti kata dengan. Pola ketiga membuat perbandingan dengan menyebut hasil yang relatif (lebih ...). Untuk pola ketiga, verba dibandingkan dan membandingkan didului kata jika dan diikuti kata dengan.

Yang saya maksud dengan pernyataan dalam kalimat pertama tulisan ini tidaklah tecermin dalam kalimat-kalimat contoh tersebut. Fenomena kebahasaan yang timbul dari keinginan untuk praktis berbahasa dalam menyatakan perbandingan ada pada kalimat-kalimat contoh perbandingan berikut ini.

(1) Monumen Nasional di Jakarta dibandingkan Jam Gadang di Kota Bukittinggi. (2) Dibandingkan Jam Gadang, Monumen Nasional lebih tinggi. (3) Karena tinggi Monas 132 meter, sedangkan Jam Gadang 26 meter, Monumen Nasional lebih tinggi dibandingkan Jam Gadang. (4) Tingkat kesulitan menyelesaikan soal perkalian lebih tinggi dibanding menjawab soal pertambahan.

Dalam keempat kalimat itu, perbandingan dilakukan dengan menggunakan kata dibanding dan dibandingkan. Sekilas tidak ada masalah dengan lima kalimat itu, tetapi coba kita simak dan perban­dingkan kelompok kalimat pertama dengan kelompok kedua.
Kata dibanding bermakna ‘diminta banding’ (dalam bidang hukum) dan ‘ditimbang-timbang’. Apakah cocok makna tersebut dengan maksud kalimat?

Selain itu, jika tanpa kata dengan, ada pergeseran tentang siapa yang membandingkan. Pada kalimat yang tidak mengandung kata jika, yang pertama ialah muncul kerancuan karena bagian yang seharusnya menjadi anak kalimat berubah status menjadi induk kalimat. Akibatnya, kalimat majemuk yang terbentuk tidak sempurna. Yang kedua ialah muncul konflik predikat. Yang mana predikat sesungguhnya?

Dengan menimbang kalimat-kalimat tersebut, sesungguhnya memereteli pasangan kata jika dibandingkan dengan menjadi hanya dibanding atau dibandingkan atau dibandingkan dengan akan menimbulkan kerancuan meskipun maksud di balik kalimat itu dapat diterka-terka. Sudah seharusnya jika dibandingkan dengan tidak dipangkas demikian.

Dony Tjiptonugroho
Redaktur Bahasa Media Indonesia

Baca Juga

MI/Duta

Rusuh dan Kisruh di Kazakhstan

👤Guntur Soekarno Pemerhati sosial 🕔Jumat 28 Januari 2022, 05:10 WIB
KAZAKHSTAN belakangan ini diributkan oleh demonstrasi-demonstrasi...
MI/Seno

Menakar Spin-off sebagai Penggerak Industri Asuransi Syariah

👤Bambang Brodjonegoro Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam 2015-2019, Guru Besar FEB UI 🕔Jumat 28 Januari 2022, 05:00 WIB
INDUSTRI keuangan syariah nasional, telah diwarnai sejumlah peristiwa yang bisa dipandang sebagai momentum meningkatnya peran sistem...
Dok. Youtube

Kekerasan dan Pemekaran di Tanah Papua

👤Methodius Kossay Kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:05 WIB
Godaan genit politik memperebutkan kursi empuk kekuasaan baik gubernur, wakil gubernur, bupati, maupun wali kota di tanah Papua ialah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya