Rabu 02 Desember 2020, 22:45 WIB

Strategi Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju 2045

Sigit Triyono, Sekum Lembaga Alkitab Indonesia (2018-2023), Pengurus Asosiasi Manajemen Sumber Daya Manusia (AMSM) dan Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM)  (1994-2003). | Opini
Strategi Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju 2045

Dok pribadi
Sigit Triyono

PADA 2045 Indonesia berusia 100 tahun dan diharapkan sudah menikmati kemajuan-kemajuan negeri ini yang signifikan. Dari segi ekonomi, prediksi IMF bahkan pada 2024 Indonesia sudah menjadi kekuatan nomor lima dunia sesudah Tiongkok, AS, India dan Jepang. Kriterianya dari sisi ekonomi; besarnya (product domestic bruto/PDB) = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor–impor).

Pertanyaannya, bagaimana dengan keunggulan SDMnya? Apakah benar-benar SDM kita unggul dan mampu menjadi tuan rumah, ataukah akan menjadi penonton segala kemajuan ekonomi yang diraih? Banyak kesenjangan yang dirasakan saat ini. Tenaga kerja Indonesia masih didominasi berpendidikan rendah. Tenaga kerja ahli masih belum mencukupi kebutuhan berbagai industri yang terus bertumbuh pesat.
Pemerintah merumuskan Kriteria SDM unggul antara lain: (1) berbudi pekerti luhur, (2) berkarakter kuat, (3) toleran, (4) jujur, (5) berhati Indonesia, (6) berideologi Pancasila, (7) berakhlak mulia, (8) pekerja keras, (9) berdedikasi, dan (10) menguasai keterampilan serta ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan.

Ke sepuluh kriteria yang sangat ideal di atas haruslah dijabarkan secara rinci ke dalam program-program terukur, agar dapat dijalankan dengan konkret oleh semua pihak. Mengupayakan agar SDM unggul, tidak ada jalan lain kecuali melalui pendidikan (baik formal, non formal maupun informal) maupun melalui upaya-upaya pembudayaan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Pengembangan SDM di semua lini adalah investasi. Tanggung jawab utama ada pada pemerintah yang memiliki kekuasaan, kewenangan, sumber daya, dan jaringan paling besar. Di samping tentu juga pemangku kepentingan lain turut bertanggung jawab. Peta jalan menuju SDM Unggul harus ditetapkan dan konsisten dijalankan.

Dengan banyaknya investasi yang masuk di Indonesia, tenaga kerja yang terampil dan memiliki etos kerja unggul sangat dibutuhkan. Pemerintah wajib mengupayakan tersedianya SDM tersebut bila tidak ingin diambil alih oleh pihak luar negeri yang lebih siap.
Pada kenyataannya kebanyakan pihak industri memiliki kecenderungan pragmatis dengan memanfaatkan tenaga kerja yang sudah jadi dan langsung kerja ketimbang berinvestasi pengembangan yang membutuhkan biaya dan waktu.

Kebijakan pemerintah haruslah memihak kepada pengembangan SDM yang harus dilakukan oleh semua pihak agar semua potensi dan sumberdaya dapat dioptimalkan dan disinergikan. Pendidikan formal dan non formal haruslah difasilitasi dengan kewajiban adanya program magang di semua industri. Pendidikan informal melalui rumah tangga, komunitas dan masyarakat haruslah difasilitasi melalui pembudayaan nilai-nilai luhur yang seturut dengan kriteria SDM unggul. Penegakan hukum, keteladanan akan kejujuran, praktik toleransi, praktik nilai-nilai Pancasila, dan  nasionalisme adalah keharusan demi membangun karakter SDM yang kuat dan berhati Indonesia.

Dalam skala praktis, semua pemangku kepentingan mestinya bertekad bersama menumbuhkan karakter, tekad, dan kompetensi (KTK). Karakter yang kuat berbasis nilai-nilai Pancasila. Tekad yang kuat mengupayakan keunggulan dan kemanusiaan. Kompetensi yang relevan dengan tuntutan kemajuan jaman. KTK menjadi strategi yang dapat dijabarkan ke dalam program-program yang terukur. Dengan demikian SDM Indonesia akan mampu menjadi tuan rumah di tengah kemajuan ekonomi dan segala prestasi internasional.

Baca Juga

MI/SUSANTO

Dinamika Timur Tengah di Bawah Biden

👤Smith Alhadar Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDE) 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:50 WIB
KEMENANGAN Joe Biden akan mengubah dinamika politik Timur...
Dok.MI

Bangkit dan Pulih Pascabencana

👤Nirwono Joga Pusat Studi Perkotaan 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:40 WIB
GETARAN gempa bumi bermagnitudo 6,2 telah membangkitkan bencana yang melanda Mamuju dan Majene, Sulawesi...
MI/Seno

Menyikapi Ketidakpastian dan Kompleksitas Bencana

👤Dwikorita Karnawati Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) 🕔Selasa 19 Januari 2021, 05:05 WIB
INDONESIA negara rawan gempa bumi karena berada pada zona tumbukan lempeng-lempeng tektonik aktif, yaitu lempeng...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya