Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MARAKNYA aksi perlawanan para penyelundup terhadap petugas Bea dan Cukai di Kepulauan Riau, sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. Peristiwa terakhir, akhir pekan lalu, kapal patroli BC-10002 diserang awak kapal penyelundup yang mengangkut pakaian bekas impor. “Peristiwa itu sudah kami laporkan kepada Menteri Keuangan, yang menghubungi kami sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Kami juga melaporkan adanya beberapa petugas Bea dan Cukai yang menderita cedera akibat peristiwa tersebut,” papar Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi, Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kepulauan Riau, Raden Evy Suhartantyo, di Batam, Selasa (31/1).
Aksi perlawanan para penyelundup terjadi saat petugas melakukan patroli rutin di perairan Kepulauan Riau. Saat itu, mereka melihat kapal motor Nur Aflah GT-22 berada di perairan tersebut. Kapal yang diduga berangkat dari pelabuhan Port Klang, Malaysia itu, didekati. Namun, sebanyak 51 anak buah kapal yang berada di dalamnya melakukan perlawanan. Mereka secara brutal menyerang kapal patroli Bea Cukai dengan melampar bom molotov dan petasan. Selama satu setengah jam, petugas harus berjibaku menghindarkan kapal dari kerusakan dan kebakaran.
Petugas berusaha meredakan perlawanan dengan memberikan tembakan peringatan berkali-kali. Bantuan kapal patroli lain pun didatangkan ke lokasi. Karena terdesak, nahkoda dan anak buah KM Nur Aflah membakar kapal sendiri. Mereka melarikan diri dengan cara terjun ke laut. Tidak satu pun dari pelaku yang bisa ditangkap petugas. (HK/N-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved