Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
UNTUK ketiga kalinya, dalam waktu kurang dari satu bulan, jalur pantura Surabaya-Banyuwangi terputus di wilayah Pasuruan akibat banjir. Selasa (31/1), banjir memutus jalur itu hingga 7 jam. Polisi harus mengalihkan arus lalu lintas lewat jalan memutar yang panjangnya mencapai 40 kilometer lewat Jl Raya Pandaan yang menghubungkan Malang-Surabaya. “Ketinggian air akibat meluapnya Sungai Welang mencapai 1 meter sehingga tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan,” papar petugas Polres Pasuruan Kota AK Zainuddin.
Luapan Sungai Welang juga menggenangi permukiman di Kecamatan Kraton dan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, serta Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. “Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengatasi banjir,” ungkap Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf. Di Jawa Timur, Kepala BPBD Sudarmawan mengungkapkan bencana banjir, pohon tumbang, dan longsor juga terjadi di Nganjuk, Mojokerto, dan Magetan. “Kami sudah antisipasi kejadian bencana itu dengan kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.”
Di Kupang, NTT, tim SAR menemukan lagi satu korban banjir yang terseret arus sungai Buames. Korban Moses Masan, asal Jawa Tengah, ditemukan sudah tidak bernyawa. Sebelumnya tim SAR juga mengevakuasi dua korban tewas lainnya. Mereka pekerja Bendungan Raknamo. Tingginya curah hujan juga membuat 19 saluran irigasi dan tanggul di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, jebol. Sebagian tanggul sudah mulai diperbaiki. (AB/FL/PO/LD/YK/AT/BB/UL/AD/LN/MY/N-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved