Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan membarui data pemilih pemilu 2019 di kawasan terdampak tsunami Selat Sunda. Korban meninggal akan dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Ada tsunami atau tidak ada, kita melakukan pemeliharaan data. Karena data itu kan pasti berubah," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 24 Desember 2018.
Wahyu mengatakan pemutakhiran data memang harus terus dilakukan KPU. Karena, DPT tak bersifat permanen tapi dinamis.
Misalnya, ada warga yang sebelumnya tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, tapi kemudian memenuhi syarat jadi pemilih, seperti pensiunan TNI-Polri. Ia juga mencontohkan pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun jelang pemungutan suara.
"Kita juga akan memelihara (data) orang yang sebelumnya memenuhi syarat menjadi tidak memenuhi syarat. Bisa jadi sebelumnya dia terdaftar sebagai pemilih menjadi tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Dia orang sipil yang diterima masuk sebagai TNI-Polri, kan kita coret," jelas Wahyu.
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Hingga pukul 07.00 WIB, 23 Desember, sebanyak 281 orang tercatat meninggal, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. (medcom/OL-8)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved