Selasa 27 November 2018, 12:45 WIB

Jalan Lokasi Likuifaksi di Sigi Dibuka Kembali

Antara | Nusantara
Jalan Lokasi Likuifaksi di Sigi Dibuka Kembali

ANTARA

 

AKSES jalan di lokasi likuifaksi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai dibuka kembali setelah putus total diterjang bencana gempa bumi dasyat berkekuatan 7,4 Skala Richter pada 28 September 2018.

Badan jalan sepanjang hampir dua kilometer antara Desa Jono Oge dengan Desa Sidera, Kecamatan Sigibiromaru, yang putus total dan turun sekitar 5 meter akibat likuifaksi itu mulai digusur alat berat yang diterjunkan Pemkab Sigi, Selasa (27/11).

Asisten II dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sigi, Iskandar Nontji mengatakan, Pemkab Sigi, menargetkan jalan sudah bisa dilewati kendaraan dalam waktu satu minggu ke depan. Untuk sementara, sepeda motor sudah bisa melintas. 

"Tapi khusus kendaraan roda empat belum diizinkan karena di bawah tanah masih berlumpur," kata dia.

Jika mobil diizinkan melintas, badan jalan dikhawatirkan ambruk kembali dalam lumpur. Nanti setelah jalan selesai diperbaiki dan dinyatakan aman untuk dilalui mobil, barulah diizinkan.

Sekarang ini, katanya, ada petugas yang menjaga di sebarang jalan sehingga jika ada mobil yang menerobos masuk langsung dijegat. 

"Ini semata-mata demi keselamatan dan kenyamanan bersama," ujar Iskandar.

Jalan antara Desa Jono Oge dengan Desa Sidera tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Palu, Ibu Kota Sulteng dengan Dataran Palolo, Kabupaten Sigi, dan Dataran Napu di Kabupaten Poso.

Selama jalan itu putus karena diterjang bencana alam gempa dan likuifaksi, arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun empat terpaksa dialihkan melewati jalur Pombewe dan Dolo.

 

Baca juga: Ancaman Bencana masih Tinggi

 

Bencana alam gempabumi dan likuifaksi yang terjadi pada akhir September 2018 menyebabkan satu dusun di Kabupaten Sigi yakni Dusun II Desa Jono Oge lenyap bagaikan ditelan bumi.

Ratusan unit rumah penduduk berserta seluruh isi rumah dan harta benda hancur dan hilang karena likuifaksi. Juga banyak korban jiwa meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.

Iskandar mengatakan bencana alam itu juga mengakibatkan jalur antara Desa Salua dan Desa Sadaunta di Kecamatan Kulawi sempat putus total selama beberapa hari.

Jalur jalan menuju Kecamatan Lindu juga putus dan sampai sekarang ini belum bisa dilewati mobil, kecuali sepeda motor. 

"Itupun medan jalannya masih sulit dilewati karena banyak titik longsor. Padahal di wilayah itu terdapat destinasi wisata unggulan Pemerintah Sigi dan Provinsi Sulteng yakni Danau Lindu," katanya. (OL-3)

Baca Juga

MI/ Andri Widiyanto

Kaltim Nihil Zona Merah Covid-19

👤Ant 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 23:09 WIB
Andi mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, serta mengikuti program...
MI/M YAKUB

Tuban Peringati Hari Santri dengan Menanam 3.000 Pohon Kopi

👤M Yakub 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:55 WIB
Santri dilibatkan dalam penanaman pohon sebagai upaya penyelamatan...
MI/LILIK DARMAWAN

Tanah Longsor Mulai Terjadi, BPBD Banjarnegara Minta Masyarakat Siaga

👤Lilik Darmawan 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:05 WIB
Tanah longsor sudah terjadi di sejumlah lokasi di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya