Minggu 08 November 2015, 00:00 WIB

Atasi Sampah Secara Terpadu

Putri Rosmalia Octaviyani | Megapolitan
Atasi Sampah Secara Terpadu
 
SAMPAH akan terus menjadi persoalan di DKI Jakarta jika tak ditangani secara terpadu. Program pengurangan volume sampah menjadi keniscayaan dilakukan guna mengatasi masalah tersebut.

Sampah kembali menjadi masalah di Ibu Kota setelah kekisruhan antara Pemprov DKI Jakarta, DPRD Kota Bekasi, dan pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Persoalan kian rumit ketika truk-truk pengangkut sampah dari DKI dihadang warga Cileungsi, Bogor, saat menuju Bantargebang.

Pengamat tata kota Nirwono Joga mengatakan kesepakatan antara DKI, Kota Bekasi, dan Bogor mesti cepat dijalin kembali untuk mengatasi sampah di Jakarta. Namun, ada hal yang lebih penting, yakni bagaimana mengelola sampah secara berkelanjutan.

"Persoalan mendasar yang terjadi ialah masih digunakannya sistem yang lama, yakni pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, dan sistem penumpangan sampah di TPST. Tidak ada satu pun dari hal-hal itu dapat menyelesaikan masalah sampah yang ada sekarang," ujarnya.

Nirwono menambahkan, tindakan utama yang harus dilakukan ialah menurunkan volume dan produksi sampah. Saat ini sampah di DKI sudah mencapai 6.700 ton per hari yang terdiri atas 60% sampah rumah tangga, 20% sampah perkantoran, 10% industri, dan 10% fasilitas publik. "Artinya kalau mau mengurangi sampah harus fokus dimulai dari pengelolaan sampah rumah tangga. Kalau berhasil, berarti sampah di Jakarta akan berkurang signifikan," tuturnya.

Ia meminta aparat RT sampai kelurahan proaktif mengedukasi warga menangani sampah rumah tangga. Pemerintah juga bisa menggencarkan program bank sampah sekaligus menjadi penampung atau penyalur hasil olahan sampah rumah tangga seperti kompos.

Faisal Rachman, 25, warga Grogol, Jakarta Barat, mengaku tak keberatan untuk memilah sampah yang dihasilkan keluarganya. Ia sadar, warga memang harus ikut berperan mengatasi persoalan sampah di Jakarta sekaligus untuk menambah penghasilan. "Ibaratnya sampah disulap jadi uang kalau ada yang bisa didaur ulang," tuturnya.

Berbeda dengan Nunung Nurlaela, 50, yang tinggal di Jatinegara, Jakarta Timur. "Malas, karena ribet. Ujung-ujungnya sama, tukang sampah kompleks tetap buang sampah ke kali dekat rumah."

Solusi sesaat
Selain menjalin kembali kesepakatan dengan Kota Bekasi dan Bogor, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertekad mengegolkan penggunaan teknologi intermediete treatment facility (ITF).

Teknologi itu sudah dipakai banyak negara maju dan tak meninggalkan bau jika sampah dari truk pengangkut segera dimasukkan ke mesin pembakaran bersuhu 1.000 derajat celcius.

Pemprov berencana membangun ITF di Sunter, Marunda, dan Cakung Cilincing, Jakarta Utara, serta Duri Kosambi, Jakarta Barat. Biaya pembangunannya mencapai Rp1,2 triliun per unit. Namun, Nirwono menilai teknologi secanggih apa pun termasuk ITF hanya akan meringankan masalah sampah dalam jangka waktu tertentu selama persoalan tidak diatasi dari hulu.

Sampah juga pernah menjadi masalah serius di Surabaya ketika tempat pembuangan akhir Keputih ditutup pada 2001. Sejak itu, Pemkot Surabaya terus berbenah termasuk ketika dipimpin Tri Rismaharini untuk mengelola sampah sekitar 1.200 ton sehari. Sampah yang jorok dan bau mereka menjadi kompos, pembangkit listrik, dan bahan bernilai ekonomis lainnya sehingga sampah tak lagi menjadi masalah pelik.

Pengelolaan mulai dari hulu juga dibuktikan oleh Singapura dan Swedia sebagai solusi paling jitu untuk mengatasi sampah. (Put/Arv/FL/X-9)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

14% Vaksinasi Covid-19 Indonesia Ada di Jakarta

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 16 April 2021, 23:15 WIB
Hingga hari ini Jakarta telah mencatatkan penyuntikan 2.429.144 dosis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.615.457 dosis merupakan penyuntikan...
dok.mi

Jumlah Kasus Baru Positif Covid di Jakarta Menurun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 16 April 2021, 23:05 WIB
DARI data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jumlah kasus baru menurun jika dibandingkan dengan kemarin yang sebanyak 1.330 kasus...
Ant/Rivan A Lingga

Agustus 2021 Kampung Susun Akuarium Mulai Dihuni Warga

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 16 April 2021, 22:50 WIB
WARGA Kampung Akuarium, Jakarta Utara, ditargetkan sudah bisa menempati Tower B dan Tower D Kampung Susun Akuarium pada Agustus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya