Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) membutuhkan 30,4 hektare (ha) lahan di daerah aliran sungai (DAS) Kali Ciliwung, untuk melanjutkan normalisasi sungai.
Lahan sekitar 30,4 ha itu berada di sepanjang 17,5 kilometer (km) DAS Kali Ciliwung yang belum dilakukan normalisasi. Kepala BBWSCC, Bambang Hidayah, mengatakan normalisasi Kali Ciliwung yang perlu dilakukan dari titik Jalan TB Simatupang hingga Pintu Air Manggarai sepanjang 33,6 km. Saat ini, baru 16,1 km panjang DAS Kali Ciliwung yang dinormalisasi.
"Kita masih membutuhkan 30,4 ha yang belum dibebaskan," ujar Bambang saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (16/1).
Keseluruhan panjang Kali CIliwung yang akan dinormalisasi dibagi dalam empat seksi, yakni seksi I PA Manggarai-Kampung Melayu sepanjang 9,74 km dan baru dinormalisasi 4,95 km. Kemudian, pada seksi II Jembatan Kampung Melayu-Jembatan Kalibata sepanjang 8,82 km sudah dinormalisasi 4,67 km.
Baca juga: Proyek Ciliwung Berhenti Akibat Defisit Anggaran
Adapun seksi III Jembatan Kalibata-Jembatan Condet dengan panjang 7,55 km baru dinormalisasi 3,1 km. Terakhir ada seksi IV Jembatan Condet-Jembatan Tol TB Simatupang sepanjang 7,58 km baru dinormalisasi 3,47 km.
Bambang menyebut dalam proses pemetaan lahan hingga negosiasi dengan warga terkait pembebasan lahan, BBWSCC menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov DKI melalui Dinas SDA. "Dalam hal ini, kami hanya berwenang dalam pengerjaan sheetpile," ungkapnya.
Tahun ini, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta berencana akan membebaskan 118 bidang lahan, yang direncanakan untuk menormalisasi 1,2 km DAS Kali Ciliwung yang melewati empat kelurahan. Rinciannya, Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Balekambang, Kelurahan Tanjung Barat, dan Kelurahan Cililitan. Dia pun berharap pembebasan lahan Dinas SDA bisa maksimal, agar BBWSCC dapat merampungkan proyek yang dimulai sejak 2013.(OL-12)
Berbagai kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat aksi kolektif, dan menginspirasi kecintaan generasi muda terhadap kelestarian Sungai Ciliwung.
Kerusakan sungai akan berimbas pada risiko banjir yang semakin luas.
Normalisasi merupakan langkah krusial menekan risiko banjir, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi hingga Februari
Keberhasilan program ini tidak bisa bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Sebanyak 43 perahu daur ulang dari berbagai kecamatan di DKI Jakarta meramaikan Festival Cilung 2025, sebagai kampanye pemanfaatan sampah anorganik menjadi karya seni bernilai ekonomi.
Pendekatan ekosistem dalam pengelolaan DAS bukan sekadar jargon. Ini adalah syarat keberlanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved