Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Australia berperan aktif dalam isu perubahan iklim dunia, di antaranya dengan menandatangani Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim (Paris Agreement on Climate Change) pada 22 April lalu dan akan meratifikasinya, tahun ini. ‘Negeri Kanguru’ itu juga berkomitmen menjalin hubungan dengan Indonesia dalam isu perubahan iklim. Duta Besar Australia untuk Lingkungan Patrick Suckling memaparkan komitmen negaranya tersebut kepada Media Indonesia di sela-sela kunjungannya ke Jakarta pada 25-26 Agustus.
Bagaimana hasil kunjungan Anda ke Indonesia? Kami melakukan diskusi yang sangat bagus dan positif di Indonesia, tentang komitmen Indonesia untuk mengambil tindakan untuk mengatasi perubahan iklim dan mempromosikan ekonomi yang lebih bersih. Dalam isu ini, Indonesia dan Australia memiliki banyak kesempatan untuk bekerja sama seperti di bidang energi terbarukan, blue carbon, kota berkelanjutan, bakau, air bersih, dan pengolahan pertanian. Itulah alasan saya ke sini, melakukan pembicaraan dengan Menteri Lingkungan dan Kehutanan Hidup Siti Nurbaya Bakar. Begitu juga di lingkup negosasiasi internasional. Saya bertemu dengan Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar. Kami mendiskusikan upaya Australia dan Indonesia bekerja sama dalam diskusi global mengenai masalah lingkungan hidup.
Berdasarkan (Conference on Party/COP 21), setiap negara menetapkan target sendiri untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Bagaimana target Australia dan berapa dana yang dialokasikan pemerintah Anda? Kami berkomitmen untuk memangkas emisi kami 26%-28% pada 2030. Kami juga punya target energi terbarukan 23,5% pada 2020, juga program untuk menekan konsumsi energi, yakni National Energy Productivity Plan untuk meningkatkan produktvitas energi sebesar 40% pada 2030.
Kami berkomitmen akan meningkatkan kapasitas bantuan ratusan miliar dolar pada 2020. Australia akan membelanjakan US$1 miliar dalam masa lima tahun mendatang (US$200 juta per tahun), untuk mendukung negara-negara berkembang di kawasan.
Kapan target Australia akan meratifikasi Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim? Kami akan meratifikasi Perjanjian Paris, tahun ini. Kami berharap sudah kelar dengan semua proses untuk meratifikasi secepat mungkin, mungkin November. Bagaimana dampak perubahan iklim terhadap masyarakat serta berapa besar kerugian yang ditimbulkan? Ongkos yang ditimbulkan perubahan iklim yang dirasakan masyarakat global sangat signifikan. Kerugian terjadi di sektor pertanian, kesehatan, kondisi masyarakat, dan nyawa yang melayang akibat bencana. Jika kita tidak mengambil tindakan sekarang, kerugian akan bertambah besar. Kita harus melakukan tindakan bersama sekarang seperti ditekankan di pertemuan Paris, Prancis. Di Paris kita menyepakati bahwa setiap negara memiliki rencana nasional untuk memberikan kontribusi untuk memangkas emisi dan membangun ekonomi yang tahan terhadap terpaan masalah cuaca. Infrastruktur dan pertanian yang tahan banting terhadap cuaca buruk. (Hym/I-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved