Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Ribuan Migran Diselamatkan

(AFP/Ihs/I-3)
31/8/2016 03:00
Ribuan Migran Diselamatkan
(AP/EMILIO MORENATTI)

PARA penjaga pantai Italia mengatakan telah menyelamatkan sekitar 6.500 migran dari lepas pantai Libia pada Senin (29/8). Aktivitas mereka hari itu menjadi operasi penyelamatan tersibuk dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah foto dramatis menunjukkan sekitar 700 migran berdesakan dalam kapal nelayan. Beberapa dari para migran yang menggunakan jaket pelampung melompat dari kapal dan berenang menuju regu penyelamat. Menurut organisasi Dokter tanpa Batas (MSF) yang turut dalam operasi tersebut, seorang bayi berusia lima hari dan juga bayi-bayi lainnya tu rut bersama para migran yang diselamatkan. Bayi-bayi itu langsung diterbangkan ke rumah sakit di Italia. ‘Pusat komando telah ber koordinasi dalam 40 operasi penyelamatan, termasuk dengan kapal-kapal dari Italia, organisasi kemanusiaan bersama dengan badan perbatasan Uni Eropa (UE), dan Frontex.

Se banyak 6.500 migran diselamatkan’, tulis penjaga pantai di media sosial Twitter. “Kami sangat sibuk hari ini,” ujar juru bicara penjaga pantai Italia kepada AFP setelah aksi penyelamatan ribuan migran. Sebelumnya pada Minggu (28/8), lebih dari 1.100 migran telah pula diselamatkan dari wilayah perairan yang sama. Pada akhir Mei lalu, lebih dari 13 ribu orang telah diselamatkan dalam seminggu dan 8.300 orang lebih diselamatkan pada awal Agustus lalu. Menurut Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCHR) dan penjaga pantai Italia, jumlah migran yang tiba di Italia tahun ini mencapai 112.500 orang, sedikit di bawah jumlah tahun lalu yang mencapai 116 ribu orang.

Hampir seluruh migran berasal dari Afrika Barat dan Tanduk Afrika atau Semenan jung Timur Laut Afrika. Mereka kerap berangkat dari Libia secara massal ketika laut tenang dan ngin selatan bertiup sehingga kapal terdorong hingga ke perairan internasional. Kondisi alam seperti itu di manfaatkan para migran sehingga jumlah mereka terus bertambah dengan kapal yang membawa penumpang melebihi kapasitas. Para penjaga pantai Italia memperkirakan bahwa kondisi cuaca saat ini akan mendorong keberangkat an lanjutan kapal-kapal migran pada Selasa (30/8). Kapal-kapal tersebut biasanya berdinding tipis dan penuh sesak. Sementara itu, beberapa migran berangkat dengan kon disi kesehatan yang buruk. Ti dak mengherankan jika dalam perjalanan menuju negara tujuan, mereka tak bisa bertahan hidup. Sejak awal tahun ini, sudah lebih dari 3.000 migran tewas di laut ketika berupaya mencapai Yunani atau Italia, meningkat sekitar 50% dari 2015. UNCHR juga mengatakan sebanyak 204 ribu migran lainnya telah melintasi Me diterania menuju Eropa, benua yang menerima gelombang pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II, dalam enam bu lan pertama tahun ini. (AFP/Ihs/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya