Kamis 05 Mei 2022, 16:00 WIB

Google Akuisisi Perusahaan Layar MicroLED untuk Headset AR

Mediaindonesia.com | Internasional
Google Akuisisi Perusahaan Layar MicroLED untuk Headset AR

AFP/Fabrice COFFRINI.
Google

 

SENIOR Vice President Device and Services Google Rick Osterloh mengonfirmasi bahwa perusahaannya itu telah mengakuisisi sebuah perusahaan rintisan Raxium yang telah lima tahun mengembangkan layar MicroLED untuk melengkapi generasi baru headset augmented reality (AR) atau virtual reality (VR).

Langkah ini nampaknya akan menjadi cara Google untuk memproduksi perangkat AR dan VR secara lebih serius setelah pada 2020 mengakuisisi pengembang kacamata pintar North dan akhirnya memperkerjakan para insinyur teknologinya untuk membuat sistem operasi AR.

Baca juga: Intel AS Diklaim Bantu Ukraina Targetkan Jenderal Rusia

Mengutip The Verge, Kamis, langkah ini pun nampaknya satu kemajuan dari proyek headset AR Google bernama "Project Iris" yang sempat ditampilkan pada acara konferensi Google I/0 2021.

Raxium dikenal memiliki teknologi MicroLED yang dapat berguna untuk membangun tampilan AR yang lebih hemat energi daripada layar lain, tetapi tetap terlihat berwarna.

Selain itu, Raxium sedang mengerjakan "integrasi monolitik" untuk MicroLED, yang menurut laporan The Information artinya layar dibuat dari jenis silikon yang sama yang digunakan untuk sebagian besar prosesor, yang berpotensi menurunkan harga secara signifikan.

Perusahaan lain yang mengerjakan perangkat keras MicroLED untuk AR termasuk para perusahaan teknologi ternama seperti Oppo, Apple, dan Vuzix.

Adapun kompetitor untuk Google dalam menciptakan perangkat AR dan VR adalah Microsoft dengan HoloLensnya, sementara Apple, Meta, Snap, dan lainnya dilaporkan masih berinvestasi besar-besaran untuk membuat perangkat keras mereka sendiri untuk bisa menciptakan realitas campuran versi mereka sendiri.

Menurut situs web Raxium, layar Super AMOLED pada ponsel Anda memiliki pitch piksel (jarak antara pusat satu piksel, dan pusat piksel lain di sebelahnya) sekitar 50 mikron, sedangkan MicroLED-nya dapat mengatur sekitar 3,5 mikron.

Mereka mengklaim hal itu membanggakan karena menghasilkan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berperforma lebih dari lima kali lebih baik daripada rekor dunia mana pun.

Osterloh mereferensikan ukuran dan efisiensi dalam unggahan blognya tentang teknologi tampilan masa depan yang mungkin dibuat Raxium.

Dia mengatakan perusahaan Raxium akan bergabung dengan tim Perangkat dan Layanan Google, "keahlian teknisnya di bidang ini akan memainkan peran kunci saat kami terus berinvestasi dalam upaya perangkat keras kami,” ujar Osterloh mendeskripsikan Raxium.

Akhirnya harapannya itu sudah terealisasi dan mungkin saja Google dapat memproduksi perangkat AR dan VR dengan harga yang lebih terjangkau dengan memiliki sistem operasi serta sistem panel layar miliknya sendiri. (OL-6)

Baca Juga

AFP/Louai Beshara.

Hizbullah Kalah, Kaum Reformis Naik dalam Pemilu Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:42 WIB
Salah satu kemenangan paling menonjol yang diraih oleh orang-orang independen ialah pemilihan Elias Jradeh dan Firas Hamdan di Libanon...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok tak akan Longgarkan Protokol Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:40 WIB
Otoritas Tiongkok akan mempercepat riset vaksin khusus Omikron dan memperluas jangkauan vaksinasi penguat pada kalangan orang tua...
AFP/Abbas Momani.

Puluhan Terluka dalam Bentrokan saat Pemakaman Warga Palestina di Jerusalem

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:02 WIB
Jenazah Sharif dibawa oleh para pelayat melintasi kompleks Al-Aqsa dan dibawa melalui Gerbang Herodes Kota Tua, sebelum dimakamkan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya