Jumat 10 Juli 2015, 00:00 WIB

Berat Badan Jadi Indikator Puasa Sehat

Eni Kartinah | Humaniora
Berat Badan Jadi Indikator Puasa Sehat

MI/ROMMY PUJIANTO

 
DALAM hadis, Rasulullah menyebut bahwasannya salah satu hikmah puasa Ramadan ialah menyehatkan badan.

Nah, kini sudah dua pertiga bulan suci kita lalui.

Apakah Anda merasa lebih sehat?

Jika Anda merasa sebaliknya, barang kali ada yang salah dengan cara puasanya.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam, ada cara sederhana untuk mengetahui bahwa kita sudah berpuasa dengan benar, yakni dengan menimbang berat badan.

"Jika berat badan turun, berarti Anda telah melakukan puasa sesuai anjuran. Jika berat badan tetap atau bahkan naik, berarti kita telah salah memaknai puasa," jelas Ari di Jakarta, pekan lalu.

Mengapa demikian?

Ari menjelaskan, puasa melatih kita mengendalikan diri, termasuk mengendalikan nafsu makan lewat larangan makan dan minum mulai subuh hingga magrib.

"Jadi seharusnya dampak dari pengendalian nafsu makan itu ialah penurunan berat badan. Ingat bagaimana Islam menganjurkan kita untuk tidak berlebihan-lebihan." imbuh Ari.

Asupan makan yang kurang selama berpuasa menyebabkan asupan kalori berkurang dan hal itu akan berdampak pada penurunan berat badan.

"Dampak kita mengurangi makan, kadar radikal bebas yang bersifat racun akan menurun dan sebaliknya antioksidan (antiracun) dalam tubuh kita akan meningkat sehingga tubuh lebih sehat," papar Ari.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari penelitian yang dilakukan timnya di FKUI dan berbagai metaanalisis yang dilakukan di luar negeri, puasa Ramadan yang dilakukan secara benar mampu menurunkan berat badan rata-rata 2-2,5% dari berat badan semula.

"Di sisi lain, berbagai kepustakaan menyebutkan penurunan ideal 1-2 pon per minggu atau 0,45-0,9 kg per minggu. Hal itu bisa menjadi patokan kita dalam memantau berat badan saat puasa," kata dia.

Evaluasi menu
Bagaimana dengan orang-orang yang berat badannya tetap atau justru naik?

Menurut Ari, mereka sangat mungkin tidak melakukan pengendalian diri dalam mengonsumsi makanan.

Untuk memperbaikinya, mereka disarankan untuk mengubah pola makan.

"Coba untuk tidak banyak mengonsumsi makanan takjil yang bermacam-macam, cukup tiga buah kurma dan semangkuk kecil kolak, serta air putih hangat. Makan besar saat buka puasa usahakan hanya satu lauk saja. Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula pasir yang membuat asupan kalori menjadi tinggi. Perbanyak makan buah dan sayur-sayuran," sarannya.

Ari mengajak semua kaum muslim untuk memanfaatkan hari-hari Ramadan yang masih tersisa ini untuk memperbaiki kekeliruan dalam menjalankan puasa.

"Masih ada waktu, manfaatkan untuk meraih derajat takwa sekaligus memperoleh manfaat sehat dari puasa," pungkasnya. (H-1)

Baca Juga

MI/Adam Dwi.

Enam Peserta Beasiswa OSC Medcom.id Lolos ke Esa Unggul

👤Ilham Pratama Putra 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:18 WIB
Heriyanti belum membocorkan enam nama yang nanti berhak mendapatkan beasiswa OSC Medcom.id...
Dok. UT/Istimewa

Tingkatkan Mutu SDM, UT Bekerjasama dengan Pemda Nias Barat

👤HUMANIORA 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:15 WIB
Pandemi telah membuka mata masyarakat bahwa UT yang paling fleksibel melayani masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dengan...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kemendikbudristek : Kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 19 Januari 2022, 18:10 WIB
Sekolah menerapkan Kurikulum 2013. Pada saat pandemi 2020-2021, sekolah dapat menggunakan kurikulum 2013 maupun kurikulum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya