Kamis 23 September 2021, 06:10 WIB

Pendaki Jangan Egois dan Tetap Patuhi Prokes

MI | Humaniora
Pendaki Jangan Egois dan Tetap Patuhi Prokes

ANTARA
Ilustrasi pendakian gunung

 

PADA hari-hari normal sebelum pandemi covid-19, ada beberapa gunung di Indonesia yang menjadi favorit para pendaki. Sebut saja Gunung Ciremai di Kuningan, Jawa Barat, yang dikunjungi hingga 695 ribu orang per tahunnya. Atau Gede Pangrango, yang didatangi sekitar 365 ribu pendaki per tahunnya.

Meski saat pandemi beberapa akses pendakian ditutup, dan kalaupun sudah dibuka tidak dengan kapasitas sepenuhnya, kondisi lalu-lalang para pendaki yang masuk ke wilayah pegunungan tetap saja menimbulkan kekhawatiran terjadinya penularan bagi masyarakat di kaki gunung. Termasuk mereka para porter, pemandu, atau pemilik warung.

Tentu, dianjurkan bagi para pendaki untuk tidak egois dan memaksakan kehendak naik gunung di kala pandemi, ketika cakupan vaksinasi juga belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di beberapa wilayah pegunungan.

Para pencinta alam yang tergabung dalam gerakan Mandalawangi Bergerak, saat ini tengah mengupayakan akses vaksin bagi masyarakat di kaki gunung. Mereka menyasar 10 gunung yang menjadi tujuan favorit para pendaki. Ketua panitia pelaksana Rahmi Hidayati pun menuturkan agar para pendaki tidak egois mendaki di kala pandemi.

“Tentu mereka yang mau naik ke beberapa gunung yang sudah dibuka harus sudah divaksin walaupun itu tidak ada aturan. Jadi setidaknya itu juga membawa keamanan. Meski bukan berarti tidak ada ancaman terpapar, setidaknya kecil risikonya,” kata Rahmi saat dihubungi Media Indonesia, Senin (13/9).

Selain itu, para pendaki juga harus patuhi prokes. Sebab itu, masker juga diperlukan saat mendaki. Rahmi pun mengatakan agar mereka yang bakal mendaki dalam waktu dekat bisa latihan dengan lebih baik dan benar agar stamina juga terjaga dengan penggunaan prokes.

“Jika para pendaki lalai dan abai, itu bisa membawa risiko ke masyarakat di kaki gunung,” terang anggota Mapala UI yang telah berpengalaman mendaki sejumlah gunung di dalam maupun luar negeri ini. (Jek/M-4)

 

---

Biodata:

Mandalawangi Bergerak

 

Beroperasi sejak Agustus 2021.

 

Kegiatan: Mengupayakan akses vaksin bagi masyarakat di kaki gunung.

Proyeksi: Menyasar 10 kaki gunung paling ramai di Indonesia untuk program serupa.

Baca Juga

Ilustrasi

Indonesia Perlu Adakan Victim Impact Statement Demi Keadilan untuk Korban Kejahatan Seksual 

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:50 WIB
Ia menyatakan, victim impact statement menjadi bukti pelibatan korban secara langsung dalam menentukan jalannya proses hukum sampai jatuh...
Dok. KLHK

Mely, Bayi Orangutan Pertama Tahun Ini di Suaka Margasatwa Lamandau 

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:33 WIB
Ia menjadi bayi ke-100 yang lahir di SM Lamandau dan menjadi orangutan pertama yang lahir di tahun 2022. Oleh petugas di SM Lamandau ia...
Dok. Kemendikbudristek

Animo Pendaftar Program Guru Penggerak Tinggi 

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:13 WIB
"Di angkatan ke-5 kami yang hanya akan merekrut 80 ribu calon Guru Penggerak, tapi harus menyeleksi 100 ribu lebih calon Guru...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya