Selasa 06 April 2021, 21:13 WIB

Wamen LHK: Berwisata Alam Sehatkan Jiwa Raga

mediaindonesia.com | Humaniora
Wamen LHK: Berwisata Alam Sehatkan Jiwa Raga

DOK KLHK

 

GAYA hidup berwisata alam  semakin digemari sebagian masyarakat selama era pemulihan pandemi, khususnya wisata alam di kawasan konservasi. Kondisi ini merupakan potensi untuk semakin berkembang karena Indonesia memiliki banyak obyek daya tarik wisata alam. Pengembangan ekowisata atau wisata alam merupakan salah satu pemanfaatan dari kawasan konservasi. 

"Dulu sebelumnya pengelolaan Taman Nasional itu menerapkan pola fencing atau dipagari, tidak boleh diapa-apakan. Sekarang kita menginginkan di samping fungsi konservasi, ada pemanfaatan dalam arti jasa lingkungan, dan wisata alam," tutur Wakil Menteri LHK Alue Dohong, saat acara Kunjungan Jurnalistik di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Selasa (6/4).

Berwisata sembari menikmati keindahan alam juga merupakan salah satu cara penyembuhan yang efektif. Konsep alam sebagai sumber penyembuhan ini dikenal dengan forest healing.

"Masuk ke hutan itu bukan berapa jauh atau berapa langkah yang kita ambil, tapi dengan memaknai setiap langkahnya. Dengan begitu, tidak hanya jasmani, juga dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan jiwa. Memasuki hutan juga dapat melepas stress, dan penat. Dengan melihat keindahan alam, imun juga meningkat," kata Wamen Alue.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Alue mengingatkan tantangan kawasan wisata alam yaitu bagaimana mengelola sampah. Hal ini penting agar para penikmat wisata alam tidak terganggu dengan sampah yang dibuang sembarangan, termasuk di jalur pendakian.

"Apalagi sampahnya yang sulit atau bahkan tidak terurai di alam. Keindahan dan keunikan yang ada di alam, jangan sampai tercemar sampah," katanya.

Wamen Alue juga berpesan dengan adanya ekowisata bisa menjadi penggerak green economy di Indonesia. Pengelolaan wisata alam pun membuka peluang kerja sehingga berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat, daerah, dan negara.

"Saya kira salah satu peluang Indonesia ke depan dalam rangka menuju green economy. Jadi paradigmanya yang berubah, tidak perlu mengeksploitasi alam lagi, tetapi dengan menerapkan multi environmental services," ujar Wamen Alue.

Kawasan TNGGP dengan luasan 24.270,8 hektar memiliki banyak potensi. Secara administratif, TNGGP mencakup tiga wilayah yaitu Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Dalam pengelolaannya dibagi menjadi 15 resort, dan masing-masing mempunyai segmentasi pengembangannya.

Dijelaskan Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, TNGGP merupakan hulu dari empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yaitu Cimandiri, Citarum, Ciliwung, dan Cisadane. Posisinya yang strategis ini menjadikan kawasan TNGGP memiliki fungsi penting dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya. Dengan curah hujan tahunan mencapai 3.000-4.000 mm, menjadikan TNGGP sebagai sumber air tawar dengan kapasitas 594 miliar liter/tahun.

"Sebagai salah satu dari lima Taman Nasional tertua di Indonesia, kami mempunyai prinsip bahwa dari setiap jengkal kawasan TNGGP, penting untuk diketahui potensinya, termasuk flora dan faunanya, baik di atas maupun di bawah permukaan tanahnya," ungkap Wahju.

Dalam laporannya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Nunu Anugrah menjelaskan kegiatan Kunjungan Jurnalistik ke TNGGP diikuti oleh 20 media. Harapannya kegiatan ini selain ajang silaturahmi juga dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan.

"Saya sampaikan terimakasih atas dukungan terselenggaranya kegiatan kunjungan jurnalistik ini, kepada TNGGP sebagai tuan rumah khususnya, para panitia, dan utamanya kepada para awak media," ucapnya.

Keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi dan konservasi secara umum, membutuhkan dukungan seluruh komponen stakeholder, melalui metode pentahelix, termasuk peran penting media di dalamnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

firstincare.com

Ketahui Ciri-Ciri Lansia yang Sehat Jasmani dan Rohani

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 06:00 WIB
Untuk menjaga kondisi sehat ini mereka memerlukan asupan makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup dan rutin...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Cerita Bambang Brodjonegoro jadi Menristek Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:50 WIB
Bambang Brodjonegoro menceritakan sempat mengusulkan agar kementeriannya kembali menjadi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi...
MI/Dok Kemenag RI

Arab Saudi Belum Beri Sinyal Soal Haji, Kemenag Tetap Persiapan

👤Siswantini Suryandari 🕔Senin 12 April 2021, 05:10 WIB
Plt Dirjen PHU Khoirizi H Dasir menyampaikan sampai saat ini belum ada negara yang sudah mendapat informasi dari Arab Saudi terkait...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya