Minggu 19 Juli 2020, 21:14 WIB

Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Faktor Meningkatnya Kesembuhan

Atalya Puspa | Humaniora
Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Faktor Meningkatnya Kesembuhan

Ilustrasi
Covid-19

 

MENINGKATNYA pasien covid-19 sembuh hingga mencapai 2.133 orang pada Minggu (19/7) dinilai ahli epidemiologi sebagai tanda banyak pasien dengan gejala ringan.

"Gejala ringan hingga sedang itu butuh perawatan 2 sampai 3 minggu. Penyakit ini disebabkan virus, dan semua penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya. Ya, tidak mengherankan apabila banyak yang sembuh. Karena 80% pasien dengan covid-19 akan sembuh. Nanti kalau yang diperiksa lebih banyak lagi, pasti yang sembuh juga meningkat terus," kata ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko kepada mediaindonesia.com, Minggu (19/7).

Namun, Miko menuturkan, tingginya angka kesembuhan pasien bukanlah satu indikator keberhasilan. Pasalnya, angka kematian akibat covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi.

"Kesembuhan bukan indikator keberhasilan, tapi kematian itu indikator jelek. Indonesia menurut saya pelayannya masih jelek karena kematiannya di atas 2% Negara lain kasusnya lebih tinggi, penyakit komorbid juga, tapi kematiannya rendah," bebernya.

Untuk itu, dirinya menilai Indonesia harus lebih sigap dalam menangani kasus covid-19 dengan meningkatkan kapasitas pelayanan dan meningkatkan terus jumlah pemeriksaan.

Baca juga : Pasien Covid-19 di Secapa AD Berkurang 468 Orang

"Intinya penyakit ini menyerang rentang usia yang sama. Kita harus lebih sigap, artinya keberdadaan ventilatornya lebih banyak, pelayanannya ditingkatkan," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menyebut, dirinya bersyukur dengan banyaknya pasien yang berhasil sembuh dari covid-19. Namun begitu, dirinya menyebut meningkatnya pasien sembuh bukan disebabkan oleh kapasitas pemeriksaan.

"Alhamdulillah. Tapi orang sembuh tidak ada hubungannya dengan kapasitas pemeriksaan. Mereka sudah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan di Kepmenkes," ungkapnya.

Adapun, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), pasien sembuh adalah pasien konfirmasi tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, dan gejala berat/kritis dinyatakan sembuh apabila telah memenuhi kriteria selesai isolasi dan dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan, berdasarkan penilaian dokter di fasyankes tempat dilakukan pemantauan atau oleh DPJP.

Selanjutnya, pasien konfirmasi dengan gejala berat/kritis dimungkinkan memiliki hasil pemeriksaan follow up RT-PCR persisten positif, karena pemeriksaan RT-PCR masih dapat mendeteksi bagian tubuh virus COVID-19 walaupun virus sudah tidak aktif lagi (tidak menularkan lagi). Terhadap pasien tersebut, maka penentuan sembuh berdasarkan hasil assessmen yang dilakukan oleh DPJP. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Kornelis Kaha

Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Masih Terus Terjadi

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:45 WIB
Erupsi gunung dengan ketinggian 1.623 meter di atas permukaan laut, terekam di seismogram dengan amplitude 5 mm dan berdurasi 25...
Antara

Picik kalau Benih Lobster Dilihat dari Sisi Bisnis Saja

👤Ardi T Hardi 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:20 WIB
SKANDAL korupsi benih lobster yang merupakan komoditas biodiversitas Indonesia mengambarkan buruknya pengelolaan biodiversitas...
MI/ BARY FATHAHILAH

Pantau Covid-19 Melalui Aplikasi Kesehatan Berbasis AI

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:15 WIB
Peneliti dan pakar informatika tengah mengembangkan teknologi artificial intelligence untuk membantu penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya