Senin 09 Desember 2019, 07:40 WIB

Oksigen di Laut Menurun akibat Kenaikan Suhu

BBC/Hym/X-7 | Humaniora
Oksigen di Laut Menurun akibat Kenaikan Suhu

Duta
Ilustrasi

 

STUDI yang dilakukan kelompok kon­servasi International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyimpulkan bahwa perubah­an iklim dan polusi nutrisi telah mengikis oksigen dari lautan. Itu mengancam banyak spesies ikan, terutama tuna, marlin, dan hiu.

Penyebabnya, menurut peneliti, ialah banyak karbon dioksida dari efek rumah kaca.

Sebagian besar panas diserap oleh lautan. Pada gilirannya, air yang semakin hangat itu hanya menampung sedikit oksigen. Para ilmuwan memperkirakan, antara tahun 1960 dan 2010, jum­lah gas yang terlarut di lautan berkurang 2%.

Di beberapa lokasi tropis kerugi­annya bisa mencapai 40%. Kondisi perairan dengan oksigen sedikit disukai spesies ubur-ubur, tetapi tidak begitu baik untuk spesies besar yang berenang cepat seperti tuna karena membutuhkan energi besar.

Ancaman terhadap lautan akibat limpasan zat-zat kimia seperti nitrogen dan fosfor dari per­tanian dan industri telah berdampak pada tingkat oksigen di perairan laut dan itu masih menjadi faktor utama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ancaman dari perubahan iklim telah meningkat. (BBC/Hym/X-7)

Baca Juga

Antara/Hendra Nurdiyansyah

PVMBG Imbau Masyarakat di Kawasan Merapi Waspada Lahar Panas

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:46 WIB
"Jika terkait dengan lahar, lahar ini kan material vulkanik yang terkena hujan dan saat ini material vulkanik tersebut sudah banyak di...
Antara/Muhammad Bagus

Ada Kasus Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Ini Penjelasan IDI

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:43 WIB
Menurut IDI, ada kemungkinan terpapar covid-19 setelah divaksinasi tahap pertama. Sebab, tubuh belum sampai membentuk antibodi untuk...
MI/Yoseph Pencawan

Rektor USU Terpilih tidak Terbukti Plagiat akan Dilantik Besok

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:32 WIB
Tim independen juga melihat empat artikel yang dipandang berpotensi self plagiarism. Nyatanya, di antara artikel terkait tidak persis sama....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya