Kamis 22 Agustus 2019, 13:01 WIB

Masalah Sanitasi Picu Merebaknya Diare saat Kemarau

Indriyani Astuti | Humaniora
Masalah Sanitasi Picu Merebaknya Diare saat Kemarau

ANTARA/Muhammad Adimaja
Bocah bermain di aliran Kanal Banjir Barat (KBB) yang surut di Jakarta. Kondisi sungai yang surut meningkatkan konsentrasi bakteri e-coli.

 

PEMERINTAH daerah mulai melaporkan adanya kasus diare yang merebak saat musim kemarau.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menuturkan kasus diare saat musim kemarau erat kaitannya dengan kekeringan dan masalah kebersihan di masyarakat.

"Kasus diare dilaporkan meningkat di beberapa daerah. Meski bukan satu-satunya penyebab diare adalah musim kemarau dan atau kekeringan yang saat ini terjadi di Indonesia," terang Anung ketika dihubungi Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (21/8).

Ia menjelaskan debit dan volume air saat musim kemarau pada umumnya menurun, baik air bersih maupun air minum.

Perilaku masyarakat dalam penggunaan air untuk cuci tangan, buang air besar, dan lain-lain secara bersamaan menggunakan air yang kotor, akan menjadi persoalan higienitas serta berdampak kurang baik untuk kesehatan.

Baca juga: Jumlah Titik Api 2019 Lebihi 2018

Anung juga menjelaskan dengan menurunnya debit atau volume air di sungai, konsentrasi bakteri seperti e-coli, salah satu yang menjadi penyebab diare, makin tinggi.

Oleh karena itu, risiko penularan dan potensi untuk menjadi sumber infeksi akan semakin besar.

Ditambah lagi dengan banyaknya debu saat musim kemarau yang mengandung kuman penyakit. Hal itu menjadi faktor-faktor tingginya kasus diare saat kemarau.

Untuk mencegah semakin banyaknya kasus diare, Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker saat berada diluar rumah, dan tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi sayur buah secara optimal. (OL-2)

Baca Juga

Metro TV/Robby Pratama

BNPB Ingatkan 30 Kepala Daerah Waspadai Potensi Bibit Siklon 94W

👤Robby Pratama 🕔Rabu 14 April 2021, 14:42 WIB
Kewaspadaan itu untuk menekankan pada peringatan dini dan langkah-langkah kesiap siagaan, termasuk evakuasi dan penyampaian...
Ist/Universitas Andalas

Universitas Andalas Sukses Menggelar ACCOUNTS 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 14:41 WIB
Sesuai dengan namanya yaitu Andalas Accounting National Events, ACCOUNTS merupakan acara tingkat nasional dari Himpunan Mahasiswa Jurusan...
Ilustrasi

Gempa Banten, BMKG Sebut tidak Berpotensi Tsunami

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 14 April 2021, 14:33 WIB
Daryono menyatakan episenter terletak pada koordinat 7,4 LS dan 105,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 km arah Barat Daya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya