Selasa 15 September 2015, 00:00 WIB

Ribuan Guru Honorer Tuntut Diangkat Jadi PNS

Achmad Zulfikar Fazli | Humaniora
 Ribuan Guru Honorer Tuntut Diangkat Jadi PNS

ANTARA/M Agung Rajasa

 
RIBUAN guru dari berbagai daerah menuntut kejelasan nasib kepada pemerintah. Mereka ingin pemerintah menepati janjinya mengangkat seluruh guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Mereka berjalan kaki mendatangi gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Mereka berdemonstrasi menuntut kejelasan nasibnya yang masih menjadi pegawai honorer.

"Kita panas-panasan di sini jangan sampai lelah, PNS (pegawai negeri sipil) harga mati," kata orator dari atas mobil di depan Gedung DPR, Selasa (15/9).

Mereka menjalakan aksi sejak pukul 08.00 WIB, dengan mengenakan seragam dinas yang dilengkapi ikatan kepala bertuliskan K2. Beberapa di antaranya membawa sembari mengibar-ngibarkan bendera di depan gedung wakil rakyat ini.

Guru SD Negeri Jetak Muhamad Alwan mengatakan pihaknya hanya mengajukan satu tuntutan kepada pemerintah, yakni diangkat menjadi PNS. Sebab, selama ini seluruh guru honorer hanya diumbar janji oleh pemerintah untuk diangkat menjadi PNS. Namun kenyataannya hal tersebut tak pernah direalisasikan.

"Tuntutan kita cuman satu, untuk menjadi PNS. Ini rata-rata sudah 11-12 tahun jadi guru honorer," kata Alwan.

Alwan menambahkan seluruh guru sekolah negeri yang berasal dari berbagai daerah ini akan terus menyampaikan tuntutan hingga dipenuhi oleh pemerintah.
Menurutnya, sebagai PNS merupakan harga mati bagi seluruh guru honorer.

"Ini kita ke DPR karena mereka wakil rakyat. Kalau tidak ada respon, kita akan ke Menpan sampai ke Presiden. Kita terus berjuang sampai menjadi PNS," tegas dia.

Senada dengan Alwan, Guru SD Negeri 3 Pulung Wardi menuntut agar pemerintah lekas mengangkat seluruh guru honorer menjadi PNS. Apalagi, selama ini pemerintah telah berjanji akan mengangkat guru honorer secara bertahap.

"Kita hanya menuntut menjadi PNS saja. Kita akan minta sampai dipenuhi," kata Wardi.

Wardi berharap tuntutan guru-guru ini dapat didengar dan disetujui oleh pemerintah. Sehingga, aksi turun ke jalan para guru honorer tidak kembali terjadi. (Q-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

PAPDI Imbau Masyarakat Jangan Ragu untuk Vaksin Booster

👤 Atalya Puspa 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 10:27 WIB
Prof.Samsuridjal  mengungkapkan, masyarakat tidak perlu ragu dan takut dalam menjalani vaksinasi booster sesuai dengan...
ANTARA/Fakhri Hermansyah

PAPDI Minta Warga tidak Ragu dan Takut Dapatkan Dosis Booster Vaksin Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 07:00 WIB
PAPDI juga meminta semua bidang dan sektor yang terlibat dalam program vaksinasi covid-19 juga turut memantau efektifitas dan keamanan...
Ist

Buat Film Dokumenter Inspiratif Butuh Riset Serius dan Panjang

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 23:05 WIB
Dr. IGP Wiranegara, M.Sn mengatakan jika merekam kehidupan manusia atau tokoh, upayakan kita tahu betul kiprah sang tokoh, sehingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya