Jumat 20 Februari 2015, 00:00 WIB

Imunisasi Tambahan Difteri Digelar di Padang

Cornelius Eko Susanto | Humaniora
Imunisasi Tambahan Difteri Digelar di Padang
 
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan setempat menggelar kampanye imunisasi tambahan untuk anak usia 1-17 tahun di Kota Padang, Sumatra Barat. Proses imunisasi tambahan itu dilakukan dalam tiga putaran, yakni Januari, Maret dan Agustus.

“Imunisasi tambahan ini merupakan bagian dari outbreak response immunization (ORI) atas status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kota Padang,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta, hari ini.

Lebih rinci dijelaskan, lewat kampanye pemberian imunisasi tambahan tersebut, pada anak berusia 1-3 tahun akan diberikan vaksin beek log figthing (BLF). Pada anak usia 4-7 tahun akan diberikan vaksin difteri tetanus (DT). Sedangkan pada anak usia 7-15 tahun diberikan vaksin tetanus difteri (Td).

Vaksin Td sendiri diberikan sebagai imunisasi ulangan (booster) kepada anak-anak usia 7 tahun ke atas. Pengulangan itu dilakukan lantaran dari sejumlah penelitian sebelumnya menunjukan adanya penurunan kekebalan sesudah kurun waktu tertentu, sehingga perlu penguatan pada usia anak sekolah.

Lantaran wabah tersebut tergolong serius, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dijadwalkan akan datang langsung ke lokasi guna meninjau kondisi penanganan KLB difteri di kota tersebut. Sebelumnya, pada akhir Januari 2015, Pemkot Padang telah menyatakan status KLB difteri bagi kota tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima Kemenkes, pada saat ini 3 orang sudah dinyatakan positif mengidap difetri, dengan dua di antaranya meninggal dunia. Selain itu, 21 orang berstatus suspek, lantaran memiliki gejala klini dan riwayat kontak dengan pasien yang positif, dan 365 orang memiliki riwayat kontak tetapi tidak mengalami onset (sakit).

Untuk penanganan orang yang memiliki riwayat kontak, sesuai dengan prosedur profilaksis (pencegahan), mereka semua sudah diberikan obat untuk mencegah infeksi bakteri difteri.

Untuk meminimalisir wabah difteri, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dinas kesehatan provinsi dan kota beserta jajarannya. Dinas kesehatan, kata Tjandra, sudah melakukan penyuluhan dan pemberian imunisasi lewat sekolah-sekolah dan puskesmas.

Hasil kajian belum ditemukan penyebab pasti terjadinya wabah difteri di Padang. Namun, hipotesis sementara menyebutkan di musim hujan ini daya tahan tubuh anak-anak tengah melemah.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Sebelum vaksinnya ditemukan, dahulu difteri adalah penyakit yang mengerikan lantaran telah menyebabkan ribuan kematian. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yang berumur 1-10 sangat peka terhadap penyakit ini. (Tlc/H-1)
 

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya