Kamis 03 Mei 2018, 21:36 WIB

Kualitas Publikasi Ilmiah Peneliti Indonesia Masih Rendah

Putri Rosmalia Octaviyani | Humaniora
Kualitas Publikasi Ilmiah Peneliti Indonesia Masih Rendah

ANTARA FOTO/Audy Alwi

 

MESKI telah mengalami peningkatan dari segi kuantitas, kualitas jurnal ilmiah hasil peneliti dan akademisi di Indonesia dinilai masih rendah. Hingga saat ini, mayoritas publikasi ilmiah asal Indonesia hanya terpublikasi di Scopus atau jurnal internasional tingkat menengah.

Pada 2016, lalu Indonesia berada di peringkat ke-4 di ASEAN dengan jumlah publikasi sebanyak 11.865. Pada 2017, Indonesia berhasil malampaui Thailand dengan jumlah publikasi ilmiah internasional mencapai angka 18.500. Sementara di 2018, hingga April, jumlah publikasi ilmiah internasional sebanyak 5.125, melampaui sementara Singapura 4.948 dan Thailand sebanyak 3.741.

"Namun, itu tidak diimbangi juga dengan sitasinya. Itu tanda kualitasnya masih belum maksimal," ujar Dirjen Penguatan Riset dan PPengembangan Kementerian Riset dan Dikti, Muhammad Dimyati, di kantor Kementerian Riset dan Dikti, Jakarta, (03/05).

Menurut Dimyati, indeks sitasi ialah salah satu indikator dari kualitas publikasi. Sitasi diukur berdasarkan banyak tidaknya peneliti lain yang mengutip publikasi ilmiah tersebut. Indeks sitasi yang tinggi mencerminkan tingkat kualitas dari sebuah riset yang tinggi pula.

Dimyati mengatakan, salah satu upaya yanb akan dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah asal Indonesia ialah dengan mengadakan peluang penelitian bagi peneliti Indonesia secara bersama-sama dengan peneliti asing yang sudah banyak menghasilkan penelitian internasional berkualitas tinggi.

"Kita sedang bahas itu, semoga 2019 programnya sudah bisa jalan. Kenapa baru bisa 2019 karena untuk penyiapan penelitian, di Indonesia itu perlu setahun prosesnya untuk akhirnya bisa dimulai," tutup Dimyati. (OL-5)

Baca Juga

FOTO/Dok.Metro TV

PB IDI: Dedikasi Dokter Selama Pandemi Covid-19 Perlu Dapat Penghargaan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:02 WIB
Pada Hari Kedokteran Nasional kali ini para dokter perlu mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas perjuangan dan pengorbanan menangani...
MI/ VICKY GUSTIAWAN

Menimbang Efektivitas PTM di Masa Pandemi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 15:20 WIB
Dengan PTM ini bisa memberi waktu kepada anak-anak, juga karena tidak ada batasan waktu untuk tugas guru akan aktif mengingatkan siswanya...
ANTARA / Nyoman Hendra Wibowo

BMKG Catat Ada 32 Kali Aktivitas Gempa di Banyubiru, Ambarawa, Salatiga

👤 Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 14:45 WIB
Terjadinya fenomena gempa swarm ini setidaknya menjadikan pembelajaran tersendiri untuk masyarakat, karena aktivitas swarm memang jarang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya