Selasa 24 April 2018, 13:20 WIB

Fiji akan Belajar Kelola Gambut dari Indonesia

Putri Rosmalia Octaviyani | Humaniora
Fiji akan Belajar Kelola Gambut dari Indonesia

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Petani memanen buah nanas di sentra perkebunan nanas Tangkit Baru, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi

 

SETELAH  Kongo, kali ini Republik Fiji yang akan belajar mengelola lahan gambut dari Indonesia. Hal itu tercetus dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Fiji berlangsung di sela kegiatan Asia-Pacific Rainforest Summit (APRS) ke-3 di Yogyakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Menteri Perikanan dan Kehutanan Republik Fiji HE Osea Naiqamu menandatangani Mutual of Understanding (MoU) di bidang Kehutanan. Inisiasi kerjasama telah dimulai sejak dua tahun yang lalu, dan secara resmi terwujud pada hari ini.

“Saya percaya bahwa tidak mudah bagi Fiji untuk mengelola sumber daya alam untuk melindungi hutan untuk mencegah bencana," tutur Siti Nurbaya, Selasa (24/4).

Menurutnya, kerja sama bidang kehutanan tersebut akan membuat Indonesia lebih banyak membagi pengelolaan hutan lestari serta pemanfaatan hasil hutan. Termasuk pemanfaatan teknologi kayu dan non kayu, perdagangan kayu legal, pengembangan energi biomassa serta penelitian, dan pengembangan bidang kehutanan.

Siti berharap kerja sama tersebut akan memberikan hasil yang maksimal. Tidak hanya bagi Fiji dalam mengelola hutan, tetapi juga bagi Indonesia dalam hal kerja sama internasional di bidang lingkungan dan kehutanan.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri LHK atas kerjasama ini. Kami berharap Fiji dan Indonesia dapat segera mengimplementasikan kerjasama lainnya pada masa mendatang," ujar Menteri Perikanan dan Kehutanan, Republik Fiji, H.E. Osea Naiqamu.

Ukiran Limbah Kayu
Salah satu langkah awal implementasi dari MoU tersebut, ialah peningkatan kemampuan sumber daya manusia seperti pengembangan ketrampilan mengukir dengan memanfaatkan limbah kayu. Pelatihan mengukir kayu tersebut rencananya akan mengundang ahli ukir yang berasal dari desa Cekik, Bali.

"Fiji tertarik untuk membudidayakan bambu di sana, namun mereka mengharapkan Indonesia dapat memberikan contoh bambu dengan genetik yang baik," ujar Siti Nurbaya.

Siti mengatakan, telah melakukan penelitian terhadap jenis bambu yang cocok ditanam di kepulauan Fiji, dan jenis tersebut terdapat di Yogyakarta. Oleh karena itu, ia mengundang delegasi Fiji ini untuk melihat secara langsung jenis bambu yang layak tersebut.

Implementasi lainnya adalah berupa bimbingan teknis mengenai rehabilitasi lahan. Kedutaan Fiji pernah mengindikasikan permintaan bantuan teknik rehabilitasi lahan untuk mencegah bencana longsor. Siti Nurbaya memahami bahwa sebagai negara kepulauan layaknya Indonesia, Fiji juga rentan akan bencana. (OL-5)

Baca Juga

AFP

Pemerintah Susun Instrumen Survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji 1444 H

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 01:00 WIB
Penyusunan Instrumen Survei Kepuasan Jemaah Haji mengacu pada Standar Pelayanan Minimal...
Antara

RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Upaya Memanusiakan Manusia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 September 2022, 23:55 WIB
PRAKTIK perbudakan rupanya masih berlangsung di Indonesia seperti ditampakkan dari para pekerja rumah tangga (PRT) yang belum mendapatkan...
Instagram @gytr.art

Opera Majapahit: Gayatri Sang Sri Rajapatni, Merawat Ibu Bhumi

👤 Faustinus Nua 🕔Jumat 30 September 2022, 23:50 WIB
Opera Majapahit: Gayatri Sang Sri Rajapatni akan dipentaskan untuk khalayak ramai pada Sabtu 8 Oktober 2022 di Teater Besar Taman Ismail...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya