Rabu 31 Januari 2018, 09:40 WIB

Tali Pusat Bayi Sumber Sel Punca

MI | Humaniora
Tali Pusat Bayi Sumber Sel Punca

Thinkstock

 

PADA masyarakat tertentu, ketika seorang ibu melahirkan, ari-ari (plasenta) beserta tali pusat bayi akan diambil kemudian disimpan. Biasanya organ itu ditempatkan dalam wadah dari tanah liat yang sudah dilengkapi bunga-bungaan dan berbagai bahan lainnya.

Nantinya, ketika anak sakit, sedikit dari sisa-sisa plasenta dan tali pusat bayi yang pastinya sudah mengering itu diambil untuk dicampur dan diramu menjadi obat untuk sang anak. Benarkah langkah-langkah itu?

Menurut dokter Meriana Virtin, darah dari tali pusat bayi serta jaringan tali pusat bayi memang kaya akan sel punca. Sel punca diketahui memiliki potensi besar untuk terapi berbagai penyakit yang sulit disembuhkan. Seperti leukemia, cerebral palsy, serta talasemia. Namun demikian, untuk mendapatkan manfaat sel punca tersebut, tidak bisa dilakukan seperti dalam pengobatan tradisional itu.

“Karena sel punca harus diambil dari darah dan jaringan tali pusat bayi dengan cara khusus lalu disimpan dengan perangkat khusus bersuhu -150 derajat celsius agar sel punca itu tetap hidup sampai digunakan saat dibutuhkan suatu saat nanti. Jadi, bukan diambil dari tali pusat yang sudah mengering. Kalau sudah kering, sel puncanya tentu sudah mati,” kata Meriana pada seminar bertajuk Mitos atau Fakta: Tali Pusat Harus Dikubur? yang diadakan PT Cordlife Persada di Jakarta, pekan lalu.

Meriana yang juga Medical Advisor PT Cordlife Persada itu menjelaskan, di era sekarang darah dan tali pusat bayi bisa disimpan di bank darah tali pusat sebagai bentuk investasi biologis yang bermanfaat untuk terapi pengobatan jika suatu saat si bayi atau keluarganya mengalami sakit.

“Tentu kesempatan bagi orangtua untuk me­nyimpan potensi ini hanya sekali yaitu sesaat setelah melahirkan. Waktu pengambilan darah dan tali pusat pun hanya 3-5 menit setelah bayi dilahirkan. Proses pengambilannya tidak menyakitkan dan membahayakan ibu dan bayi.”

Ia menambahkan, para orangtua juga tidak perlu khawatir jika ingin tetap mengubur tali pusat bayi sebagai bagian dari tradisi. Karena, tali pusat yang diambil untuk disimpan hanya sekitar 10 cm dari total yang bisa sepanjang 50–60 cm.

Pada kesempatan sama, Marketing PT Cordlife Persada, Sheren Angelina, menambahkan ibu hamil yang ingin menyimpan darah dan jaringan tali pusat bayi perlu teliti dalam memilih bank penyimpanan. “Pilih yang sudah memiliki surat izin operasional dari Kementerian Kesehatan,” pesannya. (Nik/H-2)

Baca Juga

BPMI SETPRES/RUSMAN

NU-India Berdiskusi Atasi Ancaman terhadap Umat Minoritas India

👤Henri Siagian 🕔Minggu 25 September 2022, 01:12 WIB
NU, kata Gus Yahya, mendorong setiap orang yang beriktikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk rnenolak penggunaan identitas sebagai...
Antara

NU Circle Duga Karut Marut RUU Sisdiknas karena Tim Bayangan Kemendikbud

👤Naufal Zuhdi 🕔Minggu 25 September 2022, 00:15 WIB
Masyarakat profesional santri Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) mencurigai karut marut berbagai kebijakan pendidikan karena ulah...
Istimewa

Kemenkes: Kasus DBD Melonjak karena Musim Pancaroba, Gencarkan Pencegahan

👤Naufal Zuhdi 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:50 WIB
KASUS demam berdarah (DB) di Indonesia melonjak karena berlangsungnya peralihan musim dari musim kemarau ke musim penghujan atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya