Sabtu 09 April 2016, 02:51 WIB

Aghi Narottama, Piala bukan yang Utama

Richaldo Y Hariandja | Hiburan
Aghi Narottama, Piala bukan yang Utama

MI/Fathia Nurul Haq

 

MUSIK merupakan salah satu unsur penting dalam film.

Musik yang bagus akan membuat setiap adegan dalam film menjadi hidup.

Sebaliknya, musik yang tidak sesuai akan membuat film menjadi aneh.

Di balik kumandang musik dalam film, ada peran film scorer alias penata musik yang bertugas membuat musik pengiring adegan film (bukan soundtrack).

Aghi Narottama, 41, ialah salah satunya.

Bisa dibilang, dalam bidang film scoring, namanya sudah tidak asing lagi.

Karyanya menghiasi sedikitnya 25 film.

Beberapa kali dirinya dinominasikan sebagai penata musik terbaik dalam perhelatan penghargaan bidang perfilman, antara lain melalui film Sang Kiai dan Laura & Marsha pada Festival Film Indonesia 2013 serta lewat film Arisan! 2 dan Garuda di Dadaku 2 pada ajang Piala Maya 2012.

Hal itu jelas menjadi kebanggaan bagi laki-laki yang akrab disapa Mas Aghi itu. Namun, ia menegaskan piala penghargaan bukanlah tujuan utamanya dalam berkarier.

"Bagi saya, bisa menggarap film yang memiliki skenario dan sutradara bagus itu pencapaian yang besar, apalagi kalau penonton mengapresiasi, maknanya melebihi piala apa pun," ujarnya saat ditemui seusai tampil di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, akhir pekan lalu.

Kerja sama tim yang baik, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk menghasilkan film yang bagus.

Itulah sebabnya ia kerap gemas ketika berhadapan dengan kru film yang tidak memahami film scoring.

"Misalnya, saya dikasih waktu yang pendek untuk menyelesaikan scoring filmnya. Padahal, harusnya tidak segitu. Sering kali saya merasa suatu film sebenarnya bisa dibagusin, tapi karena dikasih tenggat yang sebentar, jadinya ya tidak bisa," tutur lulusan Art Institute of Seattle, Amerika Serikat, di jurusan audio production itu.

Profesi langka

Jika berbicara soal film scoring, Aghi merasa Indonesia belum banyak memiliki orang yang menguasai bidang itu.

Padahal, produksi film di Indonesia, khususnya tahun ini, mengalami peningkatan signifikan.

Ia pun meyakini film scorer akan menjadi profesi yang sangat dibutuhkan.

"Kesempatan masih banyak dan sangat terbuka lebar, bergantung kepada masing-masing saja, mau menekuni dengan serius atau tidak," cetusnya.

Aghi sendiri mengisahkan semenjak kecil, ia sudah mempunyai mimpi menjadi seorang film scorer.

Hal itu tidak lepas dari kecintaannya terhadap musik dan film. Ia pun memulai karier dari nol.

Awalnya ia tidak langsung menggarap film-film layar lebar.

"Bermula dari menggarap film-film pendek yang dibuat teman-teman, saya mempelajari aspek-aspek penting yang dibutuhkan dalam membuat musik yang apik."

Ia menambahkan profesi film scorer memang tidak khusus menggarap film-film bioskop.

"Film pendek, dokumenter, dan film-film lain yang tidak tayang di bioskop itu sangat membutuhkan orang-orang yang menguasai scoring," pungkasnya.

(Adam Prireza/H-3)

Baca Juga

AFP/Alberto PIZZOLI

Inilah Cara Tom Cruise Bertahan di Dunia Perfilman

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 06:00 WIB
Apa yang terjadi kepada Tom Cruise bukan hal lazim di Hollywood di mana waralaba pahlawan super kini lebih penting secara finansial untuk...
MI/Sumaryanto Bronto

Synchronize Fest Rilis 100 NFT Sekaligus Jadi Tiket Seumur Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:10 WIB
NFT ini dapat dimenangkan oleh 100 pemilik tiket #TimNonRefund yang beruntung melalui sistem pengundian secara langsung melalui...
DOK Pribadi.

Edukasi, Drg Tri Putra Bikin Konten Pembersihan Karang Gigi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 17:05 WIB
Dalam proses dokumentasinya, dokter Tri mengakui bahwa memang dibutuhkan waktu lebih lama untuk membuat video sambil dirinya praktik kerja...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya