Minggu 26 Juni 2022, 14:43 WIB

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi untuk Minyak Goreng Dinilai tak Efektif

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi untuk Minyak Goreng Dinilai tak Efektif

Antara
Aplikasi PeduliLindungi

 

Rencana pemerintah memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi untuk mendistribusikan minyak goreng curah rakyat dinilai tak akan efektif. Pasalnya, masih ada beberapa hal yang masih perlu dipertimbangkan dan diperbaiki.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad ketika dihubungi, Minggu (26/6). "Menurut saya ini tidak akan sepenuhnya efektif," ujarnya.

Setidaknya, kata dia, ada tiga persoalan utama yang mesti dibenahi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas aplikasi PeduliLindungi. Pertama ialah mengenai akses ke jaringan dan aplikasi itu sendiri.

Tauhid menuturkan, pengguna aplikasi PeduliLindungi tak mencakup seluruh penduduk Indonesia. Menurutnya, hanya masyarakat di kota-kota tertentu yang menggunakan aplikasi tersebut untuk keperluan mobilitas.

Sedangkan masyarakat pedesaan atau di luar kota besar terbilang asing dengan aplikasi tersebut. Hal itu kemungkinan dikarenakan infrastruktur digital yang urung memadai di mana ini menjadi persoalan kedua yang mesti dipikirkan pemerintah.

"PeduliLindungi ini belum tentu menjangkau daerah-daerah yang infrastruktur digitalnya kurang bagus. Di Pulau Jawa saja, daerah pedesaan, di beberapa provinsi masih terhalang oleh stasiun relay, sehingga tidak seluruh jaringan bisa masuk," jelas Tauhid.

Persoalan ketiga berkaitan dengan titik penukaran. Menurutnya, pemerintah mesti memperbanyak titik penukaran minyak goreng curah di satu desa atau pun keluarahan.

Hal tersebut bertujuan agar beban transportasi bagi warga tak terlalu besar. Jangan sampai, kata Tauhid, minyak goreng curah bisa didapat dengan harga Rp14 ribu per liter, namun ongkos untuk mendapatkannya jauh lebih mahal. "Bagusnya, di satu desa atau kelurahan itu memiliki banyak titik. Kalau hanya satu titik di satu desa atau kelurahan, maka biaya transportasinya bisa jauh lebih tinggi," terangnya.

Hal lain yang juga krusial ialah terkait verifikasi data. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi dinilai tak sepenuhnya menutup celah kecurangan. Karenanya, proses verifikasi, validasi, dan pelaporan mesti dilakukan dengan efektif dan efisien.

Tauhid menyatakan, bila pembelian minyak goreng curah hanya berbasis pada aplikasi PeduliLindungi, maka potensi penimbunan dapat terjadi. Sebab dengan begitu satu keluarga bisa mengakses pembelian lebih dari satu orang. "Apakah sistem itu bisa mengidentifikasi tiap individu? Karena NIK itu sudah pasti beda. Jadi satu keluarga bisa memanfaatkan dengan NIK yang berbeda," ujarnya.

"Apalagi masih ada disparitas harga yang cukup tinggi. Jadi mungkin ada yang menjual kembali di market yang tidak besar, bisa ke tetangga atau orang dekatnya dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini harus diantisipasi," tambah Tauhid.

Diketahui, pemerintah bakal memulai sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng curah pada Senin (27/6). Pengenalan akan dilakukan terpusat melakui kanal media sosial @minyakita.id dan juga www.linktr.ee/minyakita.

Pemerintah juga akan membatasi pembelian minyak goreng curah 10kg untuk satu NIK per harinya. Harga pembelian akan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 per liter, atau Rp15.500 per kg.

Minyak goreng curah dengan harga Rp14 ribu tersebut dapat diperoleh melalui penjual atau pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE), yakni Warung Pangan dan Gurih. (OL-12)

Baca Juga

Dok Gojek

Ikuti Kemenhub, Gojek Tunda Kenaikan Tarif Ojol

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:54 WIB
Kenaikan antara lain, biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.600/km, biaya jasa batas atas sebesar...
Antara

Menteri ESDM Minta PT Vale Tingkatkan Produksi Nikel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:33 WIB
PT Vale Indonesia memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel...
Dok PLN

PLN Kebut Penataan Infrastruktur Kelistrikan G20 di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:55 WIB
Saat ini progres tersebut mencapai 88,6 untuk pengamanan kelistrikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya