Selasa 12 Januari 2021, 23:39 WIB

Pasar Menanti Kabar Vaksinasi Covid-19 Pertama Indonesia

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pasar Menanti Kabar Vaksinasi Covid-19 Pertama Indonesia

AFP
Vaksin Covid-19

 

PEMULIHAN ekonomi nasional yang diproyeksikan akan terlihat pada tahun 2021 menjadi harapan para pelaku bisnis. Indeks kepercayaan bisnis terus turun sejak level tertingginya di bulan Juni 2018.

Aksi beli investor asing secara YTD yang sebesar Rp 5,12 triliun dinilai seiringan dengan kepercayaan diri investor terhadap pulihnya perekonomian Indonesia di tahun 2021.

Baca juga: Wapres Ajak Qatar Investasi di Sektor Industri Halal

Tentu harapannya adalah bahwa inflasi inti bisa mengalami kenaikkan sehingga memberikan gambaran bahwa daya beli bisa mengalami pemulihan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang di proyeksikan sebesar 5%, maka daya beli harus mendukung.

Untuk mendorong daya beli untuk mengalami kenaikkan, maka di tengah penyebaran wabah virus corona ini, pengendalian merupakan kunci untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk mulai melakukan konsumsi untuk mendorong inflasi.

Tanpa adanya rasa aman, masyarakat masih akan menunda keinginannya untuk konsumsi dan beralih kepada menabung.

Sejauh ini penantian akan penyuntikan gelombang pertama yang mulai dilakukan esok hari diharapkan dapat memberikan sentiment positif terhadap pasar, sehingga ada kemungkinan daya gebrak esok hari.

Presiden Jokowi mendapatkan suntikan pertama akan menjadi sebuah pijakan, dimana perekonomian diharapkan dapat pulih seiring dengan adanya distribusi dan penyuntikan vaksin.

Virus baru yang ditemukan oleh Jepang atas kunjungan salah satu masyarakat dari Brasil masih akan menjadi perbincangan. Tidak akan menjadi tantangan, apabila ternyata vaksin yang ada mampu untuk mengobati virus jenis baru tersebut.

"Sejauh ini semua masih sesuai dengan schedule kami, namun kenaikkan IHSG yang terlalu cepat di awal akan menjadi sebuah tanda bahwa pasar mungkin akan rawan koreksi. Kehati-hatian masih menjadi kunci yang diikuti dengan valuasi sentimen di pasar," kata Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus, Selasa (12/1).

Pasar akan memantau seberapa baik kualitas dari berita vaksinasi tersebut, seberapa besar dampak dari berita tersebut kepada emiten yang bersangkutan. Seberapa lama efek tersebut dapat dirasakan oleh emiten yang bersangkutan. (OL-6)
 

Baca Juga

Antara

Erick Tunjuk Wakapolri Gatot Eddy jadi Wakil Komut PT Pindad

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 14:37 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Wakapolri Gatot Eddy Pramono menjadi Wakil Komisaris Utama PT Pindad...
Ilustrasi

Delapan BPD Gabung jadi Penyalur Dana FLPP Tahun ini

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:52 WIB
Delapan bank pelaksana tersebut adalah BPD Sulselbar, Sulselbar Syariah, BPD Papua, BPD Jateng, Jateng Syariah, BPD Sulteng, BPD Kaltimtara...
ANTARA/Anis Efizudin

Konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Mulai Agustus Ini

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:44 WIB
Pemasangan patok perdana trase Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sudah berlangsung di Desa Banyurejo, Sleman, yang merupakan Seksi 1...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya