Senin 18 November 2019, 14:17 WIB

Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung Tuntas Akhir 2019

mediaindonesia.com | Ekonomi
Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung Tuntas Akhir 2019

DOK KEMEN PUPR
Floodway Cisangkuy

 

Memasuki musim hujan di akhir tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) segera menuntaskan pembangunan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung. Terowongan ini merupakan bagian dari Sistem Pengendalian Banjir Sungai Citarum.

Pembangunan Terowongan Nanjung yang berada di kawasan Hulu di Curug Jompong akan memperlancar aliran Sungai Citarum ke hilir. Sehingga lama dan luas genangan banjir di kawasan cekungan Bandung bisa berkurang.

"Terowongan air ini dibangun sebagai pelengkap dari pembangunan kolam retensi di Bale Endah untuk mengurangi  masalah banjir di Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Terowongan Nanjung terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan diameter 8 meter. Kedua terowongan akan mengurangi banjir di daerah Baleendah, Dayehkolot, Andir, dan sekitarnya seluas 700 hektare yang dihuni sekitar 150.000 jiwa.

Dengan kata lain akan mengurangi total luas genangan di Kabupaten Bandung dari semula 3.461 hektare menjadi 2.761 hektare. Keberadaan terowongan juga akan meningkatkan kapasitas Sungai Citarum dari 570 m3/detik menjadi 669 m3/detik.

Infrastruktur pengendali banjir ini juga dilengkapi oleh check dam di sisi outlet yang akan menahan sedimen agar tidak masuk ke Waduk Saguling yang berada di bawahnya. Pada musim hujan aliran Sungai Citarum sebagian besar dialirkan melalui terowongan. Pada musim kemarau, pintu terowongan akan ditutup sehingga dapat dilakukan pengerukan sedimen.

Pembangunan Terowongan Nanjung telah dimulai pada November 2017 oleh kontraktor PT Wijaya Karya-PT Adhi Karya (KSO) dengan anggaran APBN sebesar Rp316,01 miliar (MYC). Progres konstruksi saat ini mencapai 95,22 % dan ditargetkan selesai akhir 2019.   

Dalam penanganan banjir Sungai Citarum saat ini juga tengah dibangun Floodway Cisangkuy dengan progres konstruksi mencapai 44,35% dan  ditargetkan selesai pada 2020. Pembangunannya dikerjakan dalam 2 paket. Yaitu paket 1 sepanjang 3,75 km dengan anggaran sebesar Rp311,35 miliar yang berfungsi mengurangi genangan banjir seluas 5,91 ha dan meningkatkan kapasitas tampung Sungai Cisangkuy dari 80 m3/detik menjadi 220 m3/detik.

Paket 2 dibangun sepanjang 10,5 km dengan biaya Rp320,43 miliar yang bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Bandung Selatan seluas 31,5 ha dengan  meningkatkan kapasitas tampung Sungai Cisangkuy dari 80 m3/detik menjadi 220 m3/detik.

Pembangunan sejumlah infrastruktur pengendali banjir di Provinsi Jawa Barat tersebut merupakan bagian dari penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum atau dikenal dengan Program Citarum Harum. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden melalui Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA

Kemenhub Gelar Program Padat Karya di Sorong

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 11:10 WIB
Program padat karya di KSOP Sorong Papua meliputi kegiatan pengecatan lapangan parkir, pengecatan pagar keliling dan pengecatan...
Antara

Petani Kecewa Impor Beras tetap Dilakukan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 10:27 WIB
Sebelumnya BPS merilis bahwa produksi beras pada tahun ini diperkirakan meningkat tinggi yakni sebesar 4,86 juta hektare atau naik sebesar...
Dok: Medcom.id

Holding Ultra Mikro bukan Akuisisi Tapi Sinergi

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 10:20 WIB
"Jadi aksi korporasi ini bukan BRI mengambil dua perusahaan BUMN itu. Bukan akuisisi, membentuk holding. Jadi upaya untuk tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya